Khitan.., Siapa Takut??

Prolog:

“Khitan…, siapa takut??…asal jangan dua kali, aja…”, kata anak saya, sambil ngeloyor pergi.

Bagi lelaki muslim, khitan bukan masalah baru dan banyak di antara kita yang tahu pasti manfaatnya; untuk kebersihan/kesucian beribadah dan kenikmatan kesehatan. Pertanyaannya kemudian adalah, perlukah wanita muslimah juga berkhitan??

Di bawah, saya postingkan artikel yang membahas tentang khitan berdasar kajian Fikih Islam, semoga bermanfaat.

————————————-

Kajian Fikih: Ajaran Khitan dalam Islam

Khitan secara bahasa artinya memotong. Secara terminologis artinya memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki (penis). Dalam bahasa Arab khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadist yang mengatakan “Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi” (H.R. Muslim, Tirmidzi dll.).

Dalam agama Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama. Dalam hadist Rasulullah s.a.w. bersabda:”Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku” (H.R. Bukhari Muslim).

Faedah khitan: Seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran bahwa khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, najis dan bau yang tidak sedap. Air kencing mengandung semua unsur tersebut. Ketika keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, maka endapan kotoran sebagian tertahan oleh kulit tersebut. Semakin lama endapan tersebut semakin banyak. Bisa dibayangkan berapa lama seseorang melakukan kencing dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun. Oleh karenanya beberapa penelitian medis membuktikan bahwa penderita penyakit kelamin lebih banyak dari kelangan yang tidak dikhitan. Begitu juga penderita penyakit berbahaya aids, kanker alat kelamin dan bahkan kanker rahim juga lebih banyak diderita oleh pasangan yang tidak dikhitan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan non muslim di Eropa dan AS melakukan khitan.

  • Hukum Khitan

Dalam fikih Islam, hukum khitan dibedakan antara untuk lelaki dan perempuan. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum khitan baik untuk lelaki maupun perempuan.

  • Hukum khitan untuk lelaki:

Menurut jumhur (mayoritas ulama), hukum khitan bagi lelaki adalah wajib. Para pendukung pendapat ini adalah imam Syafi’i, Ahmad, dan sebagian pengikut imam Malik. Imam Hanafi mengatakan khitan wajib tetapi tidak fardlu.

Menurut riwayat populer dari imam Malik beliau mengatakan khitan hukumnya sunnah. Begitu juga riwayat dari imam Hanafi dan Hasan al-Basri mengatakan sunnah. Namun bagi imam Malik, sunnah kalau ditinggalkan berdosa, karena menurut madzhab Maliki sunnah adalah antara fadlu dan nadb. Ibnu abi Musa dari ulama Hanbali juga mengatakan sunnah muakkadah.

Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mughni mengatakan bahwa khitan bagi lelaki hukumnya wajib dan kemuliaan bagi perempuan, andaikan seorang lelaki dewasa masuk Islam dan takut khitan maka tidak wajib baginya, sama dengan kewajiban wudlu dan mandi bisa gugur kalau ditakutkan membahayakan jiwa, maka khitan pun demikian.

Dalil yang Yang dijadikan landasan bahwa khitan tidak wajib.

  1. Salman al-Farisi ketika masuk Islam tidak disuruh khitan;

  2. Hadist di atas menyebutkan khitan dalan rentetan amalan sunnah seperti mencukur buku ketiak dan memndekkan kuku, maka secara logis khitan juga sunnah.

  3. Hadist Ayaddad bib Aus, Rasulullah s.a.w bersabda:”Khitan itu sunnah bagi lelaki dan diutamakan bagi perempuan. Namun kata sunnah dalam hadist sering diungkapkan untuk tradisi dan kebiasaan Rasulullah baik yang wajib maupun bukan dan khitan di sini termasuk yang wajib.

Adapun dalil-dalil yang dijadikan landasan para ulama yang mengatakan khitab wajib adalah sbb.:

  1. Dari Abu Hurairah Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa nabi Ibrahim melaksanakan khitan ketika berumur 80 tahun, beliau khitan dengan menggunakan kapak. (H.R. Bukhari). Nabi Ibrahim melaksanakannya ketika diperintahkan untuk khitan padahal beliau sudah berumur 80 tahun. Ini menunjukkan betapa kuatnya perintah khitan.

  2. Kulit yang di depan alat kelamin terkena najis ketika kencing, kalau tidak dikhitan maka sama dengan orang yang menyentuh najis di badannya sehingga sholatnya tidak sah. Sholat adalah ibadah wajib, segala sesuatu yang menjadi prasyarat sholat hukumnya wajib.

  3. Hadist riwayat Abu Dawud dan Ahmad, Rasulullah s.a.w. berkata kepada Kulaib: “Buanglah rambut kekafiran dan berkhitanlah” . Perintah Rasulullah s.a.w. menunjukkan kewajiban.

  4. Diperbolehkan membuka aurat pada saat khitan, padahal membuka aurat sesuatu yang dilarang. Ini menujukkan bahwa khitab wajib, karena tidak diperbolehkan sesuatu yang dilarang kecuali untuk sesuatu yang sangat kuat hukumnya.

  5. Memotong anggota tubuh yang tidak bisa tumbuh kembali dan disertai rasa sakit tidak mungkin kecuali karena perkara wajib, seperti hukum potong tangan bagi pencuri.

  6. Khitan merupakan tradisi mat Islam sejak zaman Rasulullah s.a.w. sampai zaman sekarang dan tidak ada yang meninggalkannya, maka tidak ada alasan yang mengatakan itu tidak wajib.

  • Khitan untuk perempuan

Hukum khitan bagi perempuan telah menjadi perbincangan para ulama. Sebagian mengatakan itu sunnah dan sebagian mengatakan itu suatu keutamaan saja dan tidak ada yang mengatakan wajib.

Perbedaan pendapat para ulama seputar hukum khitan bagi perempuan tersebut disebabkan riwayat hadist seputar khitan perempuan yang masih dipermasalahkan kekuatannya.

Tidak ada hadist sahih yang menjelaskan hukum khitan perempuan. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa tidak ada hadist yang bisa dijadikan rujukan dalam masalah khitan perempuan dan tidak ada sunnah yang bisa dijadikan landasan. Semua hadist yang meriwayatkan khitan perempuan mempunyai sanad dlaif atau lemah.

Hadist paling populer tentang khitan perempuan adalah hadist Ummi ‘Atiyah r.a., Rasulllah bersabda kepadanya:”Wahai Umi Atiyah, berkhitanlah dan jangan berlebihan, sesungguhnya khitan lebih baik bagi perempuan dan lebih menyenangkan bagi suaminya”. Hadist ini diriwayatkan oleh Baihaqi, Hakim dari Dhahhak bin Qais. Abu Dawud juga meriwayatkan hadist serupa namun semua riwayatnya dlaif dan tidak ada yang kuat. Abu Dawud sendiri konon meriwayatkan hadist ini untuk menunjukkan kedlaifannya. Demikian dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Talkhisul Khabir.

Mengingat tidak ada hadist yang kuat tentang khitan perempuan ini, Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa sebagian ulama Syafi’iyah dan riwayat dari imam Ahmad mengatakan bahwa tidak ada anjuran khitan bagi perempuan.

Sebagian ulama mengatakan bahwa perempuan Timur (kawasan semenanjung Arab) dianjurkan khitan, sedangkan perempuan Barat dari kawasan Afrika tidak diwajibkan khitan karena tidak mempunyai kulit yang perlu dipotong yang sering mengganggu atau menyebabkan kekurang nyamanan perempuan itu sendiri.

  • Apa yang dipotong dari perempuan

Imam Mawardi mengatakan bahwa khitan pada perempuan yang dipotong adalah kulit yang berada di atas vagina perempuan yang berbentuk mirip cengger ayam. Yang dianjurkan adalah memotong sebagian kulit tersebut bukan menghilangkannya secara keseluruhan. Imam Nawawi juga menjelaskan hal yang sama bahwa khitan pada perempuan adalah memotong bagian bawah kulit lebih yang ada di atas vagina perempuan.

Namun pada penerapannya banyak kesalahan dilakukan oleh umat Islam dalam melaksanakan khitan perempuan, yaitu dengan berlebih-lebihan dalam memotong bagian alat vital perempuan. Seperti yang dikutib Dr. Muhammad bin Lutfi Al-Sabbag dalam bukunya tentang khitan bahwa kesalahan fatal dalam melaksanakan khitan perempuan banyak terjadi di masyarakat muslim Sudan dan Indonesia. Kesalahan tersebut berupa pemotongan tidak hanya kulit bagian atas alat vital perempuan, tapi juga memotong hingga semua daging yang menonjol pada alat vital perempuan, termasuk clitoris sehingga yang tersisa hanya saluran air kencing dan saluran rahim. Khitan model ini di masyarakat Arab dikenal dengan sebutan “Khitan Fir’aun”.

Beberapa kajian medis membuktikan bahwa khitan seperti ini bisa menimbulkan dampak negatif bagi perempuan baik secara kesehatan maupun psikologis, seperti menyebabkan perempuan tidak stabil dan mengurangi gairah seksualnya. Bahkan sebagian ahli medis menyatakan bahwa khitan model ini juga bisa menyebabkan berbagai pernyakit kelamin pada perempuan.

Seandainya hadist tentang khitan perempuan di atas sahih, maka di situ pun Rasulullah s.a.w. melarang berlebih-lebihan dalam menghitan anak perempuan. Larangan dari Rasulullah s.a.w. secara hukum bisa mengindikasikan keharaman tindakan tersebut. Apalagi bila terbukti bahwa berlebihan atau kesalahan dalam melaksanakan khitan perempuan bisa menimbulkan dampak negatif, maka bisa dipastikan keharaman tindakan tersebut.

Dengan pertimbangan- pertimbangan di atas beberapa kalangan ulama kontemporer menyatakan bahwa apabila tidak bisa terjamin pelaksanaan khitan perempuan secara benar, terutama bila itu dilakukan terhadap anak perempuan yang masih bayi, yang pada umumnya sulit untuk bisa melaksanakan khitan perempuan dengan tidak berlebihan, maka sebaiknya tidak melakukan khitan perempuan. Toh tidak ada hadist sahih yang melandasinya.

  • Waktu khitan

Waktu wajib khitan adalah pada saat balig, karena pada saat itulah wajib melaksanakan sholat. Tanpa khitan, sholat tidak sempurna sebab suci yang yang merupakan syarat sah sholat tidak bisa terpenuhi. Adapun waktu sunnah adalah sebelum balig. Sedangkan waktu ikhtiar (pilihan yang baik untuk dilaksanakan) adalah hari ketujuh seytelah lahir, atau 40 hari setelah kelahiran, atau juga dianjurkan pada umur 7 tahun. Qadli Husain mengatakan sebaiknya melakuan khitan pada umur 10 tahun karena pada saat itu anak mulai diperintahkan sholat. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa khitan pada umut 7 hari hukumnya makruh karena itu tradisi Yahudi, namun ada riwayat bahwa Rasulullah s.a.w. menghitan Hasan dan Husain, cucu beliau pada umur 7 hari, begitu juga konon nabi Ibrahim mengkhitan putera beliau Ishaq pada umur 7 hari.

  • Walimah Khitan

Walimah artinya perayaan. Ibnu Hajar menukil pendapat Imam Nawawi dan Qadli Iyad bahwa walimah dalam tradisi Arab ada delapan jenis, yaitu : (1) Walimatul Urush untuk pernikahan; (2) Walimatul I’dzar untuk merayakan khitan; (3) Aqiqah untuk merayakan kelahiran anak; (4). Walimah Khurs untuk merayakan keselamatan perempuan dari talak, konon juga digunakan untuk sebutan makanan yang diberikan saat kelahiran bayi; (5) Walimah Naqi’ah untuk merayakan kadatangan seseorang dari bepergian jauh, tapi yang menyediakan orang yang bepergian. Kalau yang menyediakan orang yang di rumah disebut walimah tuhfah; (6) Walimah Wakiirah untuk merayakan rumah baru; (7) Walimah Wadlimah untuk merayakan keselamatan dari bencana; dan (8) Walimah Ma’dabah yaitu perayaan yang dilakukan tanpa sebab sekedar untuk menjamu sanak saudara dan handai taulan.

Imam Ahmad meriwayatkan hadist dari Utsman bin Abi Ash bahwa walimah khitan termasuk yang tidak dianjurkan. Namun demikian imam Nawawi menegaskan bahwa walimah khitan boleh dilaksanakan dan hukumnya sunnah memenuhi undangan seperti undangan lainnya.

 

Disusun oleh: Ustadz Muhammad Niam (www.pesantrenvirtual.com)

dari berbagai sumber.

 

oooOOOooo

About these ads

16 Tanggapan

  1. Wiuh lengkap dan penuh ilmu. begitulah postingan ini

  2. saya comment dulu baru baca boleh ya??

  3. sementara orang Islam sudah sejak jaman kapan, maka orang barat baru menyadari secara ilmiah pentingnya khitan..

  4. @ Anas:
    Syukurlah… kalau bermanfaat juga bagi yang lain.

    @ Junthit:
    Boleh-boleh…, silakan “nggelar” tikar sendiri…, buat minum sendiri, ya?? semuanya swalayan… he…he…he :D

    @ Roffi:
    Khitan itu mengikuti millah Nabi Ibrahim (bapaknya para Nabi). Yang saya tahu dari yang pernah saya baca, semua agama wahyu (samawi) ada perintah untuk khitan.

  5. INI DULU BARU ITU! heh hehehehhehe!

  6. untuk para cewek, jangan sampai melakukan khitan.

    saya pernah mengalami hal itu.. sakit nya ampun. Waktu itu saya berumur 12 tahun karana adat istiadat didaerah saya(madura) saya diharukan untuk berkhitan.

    waktu itu pagi2 habis mandi saya diantar oleh tetua setempat ketempat orang yang akan mengkhitan.
    (maaf) setelah itu saya merasakan sakit yang amat sangat ketika mereka menorehkan semacam pisau cukur diklitoris saya. Memang luka tsb sudah sembuh dalam 1 minggu tapi hal itu tidak akan pernah saya lupakan sebagai mimpi buruk.

    • Di Cari gadis baik-baik yang Sengsara dan bermasalah guna Kami selamatkan !
      Apa di antara anda ada Gadis baik-baik yang sedang terkena masalah berat & ingin nyelamatkan diri dari masalah besar tsb ?
      Apa di antara kalian atau ada pihak kalian yang terancam :
      1.Perdagangan Gadis atau ABG 2.Di paksa menikah utk bayar hutang atau akibat tekanan Ortu
      3.Sunat Gadis(Pemotongan Itil atau Klitoris) 4.Eksploitasi Tenaga kerja gadis terutama ABG
      5.Siksaan Bapak atau Ibu Tiri atau pihak keluarga 6.Pengusiran dari lingkungan keluarga 7.dll
      Bila kalian mau selamatkan diri dari rumah anda bertujuan menghindari ancaman tsb di atas,Kami siap menampung kalian asalkan memenuhi syarat sb:
      Kalian Gadis berumur 7-20 tahun lebih di utamakan berumur ABG,Agama Bebas
      Kalian gadis Baik-baik,tidak merokok,anti narkoba & miras.Bersedia menginap di tempat aman dalam rumah temanku atau tempat penampungan khusus(seperti Panti),mengikuti berbagai peraturan dari Kami(ringan & mudah).Info detail segera hubungi :
      fransisca_verawaty@ceweq.com Segeralah hubungi Aku agar Aku dkk bisa cepat bertindak utk keselamatan anda.

  7. Saya setuju… jangan dilakukan untuk perempuan.

    Kalu saya di Jawa Barat. Saat itu saya kelas 2 smp, saya dan sepupu saya diharus kan ber khitan untuk orang tua kami.

    Saat itu pagi-pagi selepas mandi, kami disuruh berbaring di kamar. Disana cuma ada bidan dan ibu saya.
    Sebelum dikhitan saya maaf klitoris saya diberi alkohol dan kemudian pada waktu proses penyayatan saya berontak sehingga harus dipegangi oleh ibu dan kakak saya.

    Sayatan itu saya rasakan agak dalam di klitoris saya , darah pun keluar walau tidak banyak tapi sakit sekali, saat itu saya menangis.

    Rasa sakit yang tidak pernah saya lupakan. Praktis kurang lebih satu minggu saya harus menahan pipis karena perih kalu terkena air.

    Pikir dan pertimbangkan lagi kalu kaum ku ingin dikhitan.

  8. di kampung saya 100% agama islam, namun banyak (90 % ) tidak dikhitan sebagaimana mestinya.prosesi khitan hanya “melukai” sedikit kulit (maaf) kemaluan laki-laki hingga mengeluarkan darah dan tanpa dipotong kulit ujungnya sehingga bentuknya tetap seperti semula. pertanyaan saya bagaimana menjelaskan hal tersebut kepada mereka yang mengatakan bahwa khitan tersebut sah menurut islam..

  9. apakah ada hadis yang perlu saya sampaikan kepada mereka ?… karena dari dulu sudah membudaya cara khitan yang demikian. tapi syukur alhadulilah saya baru-baru ini telah melaksanakan khitan sebagaimana seharusnya yaitu memotong kulit ujung kemaluan. sekali lagi adakah yang bisa memberi penjelasan tentang khitan ini…

  10. assalammualaikum..saya masih lagi menuntut di salah satu institusi di negara Brunei.. memang betul kalau salh kaedah dalam melakukan khitan dapat mendatangkan impak negatif pada perempuan tersebut..di sini saya ingin bertanya hukum khitan bagi perempuan bagi negara saudara/ saudari.. dan soalan kedua selalunya sekitar umur berapa khitan bagi banat ini di lakukan macam di negeri saya khitan ini dilakukan semasa masih bayi lagi..dan jugak di mana boleh saya dapat sumber rujukan tentang khitan bagi banat ini.. sekian terima kasih salam ukhuwah dri brunei

  11. @rudimustafa dan ingin tahu: Coba anda berkonsultasi dengan para ustadz (asatidz) di situs http://www.pesantrenvirtual.com/ , yang artikelnya saya rujuk di atas.

  12. khitan cewe yg bener itu bagus kok. yg bener hanya membuang kulit penutup klitoris saja ,jadi berguna buat kebersihan dan menambah kenikmatan seks bagi cewe. khitan yg memotong bibir vagina itu salah apalagi menjahitnya. bahkan di dunia barat juga di terapkan buat wanita yg ingin memperindah klitorisnya dan kenikmatan dalam seks

  13. saya udah dikhitan loh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: