Kehidupan: Ibarat Semut, Laba-laba dan Lebah
Ketika saya bongkar-bongkar file lama, saya menemukan satu tulisan yang menarik perhatian saya. Tulisan yang sarat dengan muatan renungan apa arti hidup dan bagaimana seharusnya menjalani kehidupan di muka bumi ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
***
Tiga binatang kecil ini menjadi nama dari tiga surah di dalam Al-Qur’an. An-Naml (semut), Al-’Ankabuut (laba-laba), dan An-Nahl (lebah).
Semut, menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa berhenti. Konon, binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun. Padahal usianya tidak lebih dari setahun. Ketamakannya sedemikian besar sehingga ia berusaha dan seringkali berhasil memikul sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya.
Lain lagi uraian Al-Qur’an tentang laba-laba. Sarangnya adalah tempat yang paling rapuh (Al-’Ankabuut [29] : 41), ia bukan tempat yang aman, apapun yang berlindung di sana akan binasa. Bahkan jantannya disergapnya untuk dihabisi oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan. Inilah gambaran yang mengerikan dari kehidupan sejenis binatang.
Akan halnya lebah, memiliki naluri yang dalam bahasa Al-Qur’an “atas perintah Tuhan ia memilih gunung dan pohon-pohon sebagai tempat tinggal.” (An-Nahl [16] : 68). Sarangnya dibuat berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar efisen dalam penggunaan ruang. Yang dimakannya adalah serbuk sari bunga. Lebah tidak menumpuk makanan. Lebah menghasilkan lilin dan madu yang sangat manfaat bagi kita. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, segala yang tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu kecuali jika diganggu. Bahkan sengatannya pun dapat menjadi obat.
Sikap kita dapat diibaratkan dengan berbagai jenis binatang ini. Ada yang berbudaya ’semut’. Sering menghimpun dan menumpuk harta, menumpuk ilmu yang tidak dimanfaatkan. Budaya ’semut’ adalah budaya ‘aji mumpung’. Pemborosan, foya-foya adalah implementasinya. Entah berapa banyak juga tipe ‘laba-laba’ yang ada di sekeliling kita. Yang hanya berpikir: “Siapa yang dapat dijadikan mangsa.” Nabi Shalalahu ‘Alaihi Wasallam mengibaratkan seorang mukmin sebagai ‘lebah’. Sesuatu yang tidak merusak dan tidak menyakitkan : “Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya.”
Semoga kita menjadi ibarat lebah. Insya Allah!
Sumber bacaan: AL-KHAIR : Bulletin Dakwah Unissula Edisi 106
Sumber gambar: Dari pencarian di situs mbah Google.
oooOOOooo














Mudah-mudahan kita (saya) bisa mengambil hikmah dari ketiga mahluk tersebut. Bersifat seperti lebah, yang banyak manfaatnya bagi yang lain tentunya hasil dari proses baik (halal).
Meniru semut yang menumpuk2 harta, seolah-olah hidup di dunia akan selamanya? mudah2an (ya Allah jadikan saya selalu ingat) tidak lupa bahwa akan ada hidup sesudah mati.
Meniru laba-laba? Kayak spiderman aja … hehehe (becanda)
Btw, pertamax yah?
Hehehe…katanya manusia adalah makhluk yang paling mulia…(merupakan kombinasi akal dan nafsu)
Tetapi kenyatannya manusia masih kalah dari para binatang yg notabene hanya diberi nafsu oleh Alloh.
Tetapi gak papa…manusia harus selalu belajar dan terus belajar dari siapa pun..dari apapun
Tetapi omong2 tentang laba-laba, bukankah hewan ini pernah menyelamatkan Nabi Muhammad dari kejaran orang-orang kafir? Memang sich kalau peristiwa tsb hanya suatu kasus, tetapi saya tetap yakin ada hal yg bisa dipelajari dari laba-laba. Setidaknya
kelicikankecerdikannya dalam menangkap mangsa tanpa mengeluarkan tenaga heheheSubhanallah, seperti dikisahkan dalam cerita Nabi Daud dan seekor ulat
Jangan meremehkan binatang sekecil apapun, bahkan seekor ulat pun. Naudzubillah.
Salam kenal semuanya
blockquote>Semoga kita menjadi ibarat lebah. Insya Allah!
Semoga saja. Meski untuk itu kita harus mencoba dengan keras dan harus selalu berusaha
@Semua: Tulisan di atas adalah secuil contoh kehidupan. Ada contoh yang baik, dan ada yang sebaliknya. Yang baik, semoga kita dapat menirunya. Yang jelek, kita jadikan pengingat, jangan seperti itu.
Semoga kita bisa menjadi teladan yang lebih baik lagi, melebihi lebah.
Ada apa dengan semut?
Semut bisa mengalahkan gajah. (kalau main suit2an)
Semut binatang yang suka bergotong royong
Semut bisa mengangkat beban yang lebih berat dari tubuhnya.
Jadi, jangan kalah dengan semut.
Semut juga baik untuk contoh dalam kehidupan bergotong royong….
dan gak boleh dibunuh apalagi ampe ditutup sarangnya….
@Madsyair & Bayoe: Betul.., semutpun punya contoh yang baik, yaitu gotongroyongnya. Kalau contoh tamaknya, jangan ditiru.
semut itu contoh gotongroyong[katasnya.....?????]
gak tahu kalo laba-laba itu dicontoh apanya[???????]
Kerangka Berfikir
Latar Belakang : Wahyu (Dan Allah mewahyukan kepada lebah)
Objek Amatan : Lebah
Ruang Hidup : Buatlah Sarang di Pohon-pohon, Kaki Gunung, dan Yang di buat Manusia
Sarana Hidup : Makanlah Bakal-bakal buah
Metode Hidup : Tempuhlah jalan tuhanmu yang telah dimudahkan
Hasil (tempat) : Perut Lebah
Hasil (Jenis) : Madu
Hasil (Macam) : Bermacam-macam warna
Manfaat (umum) : minuman
Manfaat (khusus) : obat
Supaya kalian memikirkannya.
Jadi dalam berbagai masalah apapun, berfikirlah sebagaimana pola fikir yang diajarkan Allah melalui kehidupan Lebah.
Jadi dalam memerinci segala sesuatu hendaklah menggunakan pola seperti di atas, Misalkan masalah sholat, maka rincilah dengan pola fikir tersebut. Jangan mengikuti pola fikir para ahli bahasa dan sastra yang terlalu banyak membuat istilah-istilah baru yang tidak dicontohkan Rasul, yang selalu ingin tampil beda dihadapan Allah dan Rasulnya, sehingga membuat umat ini cerai berai akibat pernyataan-pernyataan yang dibuat orang-orang tersebut.
Sesungguhnya pada binatang ternak ada ibroh, yaitu proses terproduksinya air susu antara tahi dan darah.
Jalur hidup segala sesuatu harus dilihat secara sistem (sistem peredaran darah), kenali sistem dengan benar, jalankan, kemudian selama dalam perjalanan singkirkan tahi (proses pemisahan pertama), kemudian berlanjut, pisahkan susu dari darah (pemurnian). Maka hasilnya susu.
Inilah ibroh proses pemisahan yang Haq dari yang bathil, kenali yang haq, pisahkan yang bathil terus menerus.
Sesungguhnya selemah-lemahnya rumah adalah sarang laba-laba (ibarat bagi orang-orang musyrik)
Coba kita perhatikan laba-laba, dipunggungnya terlihat tampilah yang menyeramkan (misal seperti syaitan), yang siang menerkam mangsanya.
kaki laba-laba berjumlah delapan pasang, dan pada garis depan-belakang, kiri-kanan, kosong.
Lihat juga sarang laba-laba berbentuk lingkaran-lingkaran. Coba anda buat bulatan seperti sarang laba-laba, kemudian buat garis tegak lurus dari pusat lingkaran sebanyak 12 garis (sebagaimana bani israil dipartisi sebanyak 12 suku), kemudian buatlah lingkaran-lingkaran sejajar pusat sebanyak tujuh lingkaran. Maka akan terbentuk sebanyak 73 ruang (72 ruang yang akan disambar laba-laba atau syaitan, satu di pusat yang selamat).
Jadi kesimpulannya, menyekutukan Allah sama dengan mengikuti manusia-manusia lain selain Rasul.
Mereka mencintai tandingan-tandingan Allah sebagaimana mereka mencintai Allah.
Katakanlah (hai Muhammad), jika kamu mrncintai Allah, maka ikutilah Aku.
Apabila mereka di seru untuk mengikuti allah dan Rasulnya, mereka mengatakan Tidak kami akan mengikuti ulama-ulama, wali-wali, syaik-syaik, bapa-bapa, petinggi-petinggi, dan manusia lain yang bukan Rasul, …. dan seterusnya.
Jadi ibarat, bola dunia, jam dinding, dan sejenisnya, kalau poros edarnya bukan di Rasul, maka Syiya’a (beredar pada poros lain), dan kalau sudah Hizbi (terkotak) dan berbangga (farihun) maka syirik. QS.30:30-32.
Wuaw … asyik punya nich blog. Rugi baru nemu … ya jadi pembaca setia, boleh aja kan? Salam.
@Umikharomah: Begitulah…, Allah menciptakan makhluknya, sekecil apapun insya Allah ada manfaatnya.
@Yaya S: Terima kasih masukannya, dan juga kunjungannya. Blog anda mana, Mas…???
@Ersis: Silakan…, “pintu” blog ini selalu terbuka untuk tetamu yang mau singgah. Terima kasih atas kunjungannya, sayangnya saya tak bisa melakukan kunjungan balik karena tautan alamat url anda tak bisa di klik.
ka boleh minta kisah tentang para nabi ga ?
hai para sahabat laba laba salamk untuk semua umat islam yang ada di dunia . kalo mau lihat muka ku buka aja friendstrerq rezky_vx@yahoo.co.id
wah blog ini bagus ya!!!!
saya
saya sangatlah suka dgn laba2 karena saya menyukai laba2 danjuga dia telah menolong nabi kita muhammad S.A.W berkat dialah nabi kita selamat