SEA GAMES: Mendambakan Indonesia Juara Umum lagi

Ini adalah catatan pribadi dan ungkapan rasa rindu serta harapan saya apabila pemerintah cq Menpora “berani” menargetkan kontingen negara kita Juara Umum SEA Games, bukan hanya sekedar urutan ke tiga apalagi ke empat.

******

mascot-seag2007.gifMenyaksikan dan membaca berita tentang perhelatan akbar ajang olah raga SEA Games XXIV di Nakhon Ratchasima, Thailand, ingatan saya melayang ke era 80-an. Era di mana atlet-atlet kita mampu menunjukkan kecemerlangan pembinaan olah raga di negara kita. Era di mana Indonesia selalu mampu meraih pencapaian olah raga tertinggi di peringkat Asia Tenggara. Pada saat itu, Badminton belum termasuk dalam salah satu cabang yang dipertandingkan.

Masa-masa ketika saya duduk di bangku SD hingga SMA tersebut (1977 – 1987), selalu saya sempatkan untuk menyaksikan acara Jurnal SEA Games yang biasanya disiarkan oleh TVRI setiap sore hari dan menjelang tengah malam. Setiap kali sang saka “dikerek” dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, rasa bangga menyeruak di dada. Bangga dengan para atlet yang mampu mengharumkan nama Indonesia, sekaligus bangga terlahir sebagai anak bangsa Indonesia.

Dulu di awal-awal munculnya stasiun TV swasta, mereka juga ikut menyajikan acara khusus jurnal SEA Games ini. Namun seiring dengan waktu dan mungkin karena tak banyak yang bersedia mengiklankan produknya pada segmen acara khusus ini, lama kelamaan acara tersebut lenyap dari layar kaca. Hal itu seiring pula dengan memudarnya pamor pembinaan olah raga di negara kita.

******

seag_logo.pngDalam sejarah 16 kali keikutsertaan Indonesia dalam ajang olah raga SEA Games , sudah 9 kali negara kita tampil sebagai juara umum. Pertama kali Indonesia ikut dalam perhelatan olah raga ini pada tahun 1977, langsung mencatatkan diri sebagai juara umum. Gelar prestis tersebut digenggam terus secara berturut-turut selama 4 kali SEA Games digelar (1977, 1979, 1981, dan 1983). Jeda 1 kali juara umum lepas direbut Thailand pada tahun 1985, ketika negara tersebut sebagai tuan rumah event tersebut. Dua tahun kemudian, di Jakarta kontingen kita mengekalkan kembali gelar juara umum SEA Games, dan secara berturut-turut dipertahankan selama 4 kali lagi (1987, 1989, 1991, dan 1993). Tahun 1995, sekali lagi negeri gajah putih Thailand merebut gelar tersebut. Dan Indonesia kembali berjaya di tangga teratas, pada tahun 1997 ketika SEA Games berlangsung di Jakarta.

Berikut adalah daftar perolehan medali, ajang olah raga Southeast Asian Peninsular Games (SEAP Games / 1959 – 1975) , selanjutnya berubah nama menjadi Southeast Asian Games (SEA Games / 1977 – sekarang) di mana Indonesia mulai ikut dalam ajang perhelatan ini:

Year

No. of Sports

Rank

Country

No. of gold medals

No. of silver medals

No. of bronze medals

1959
(1st Games – Bangkok)

12

1
2
3
4
5
6

Thailand
Burma
Malaysia
Singapore
Vietnam
Laos

35
11
8
8
5
0

26
15
15
7
5
0

16
14
11
18
5
0

1961
(2nd Games – Bangkok)

13

1
2
3
4
5
6
7

Burma
Thailand
Malaysia
Vietnam
Singapore
Cambodia
Laos

35
21
12
6
4
1
0

25
18
16
1
13
6
0

22
22
16
3
11
4
0

1965
(3rd Games – Kuala Lumpur)

14

1
2
3
4
5
6
7

Thailand
Malaysia
Singapore
Burma
Cambodia
Vietnam
Laos

38
33
26
18
15
5
0

33
36
23
14
19
7
0

35
29
27
16
17
7
0

1967
(4th Games – Bangkok)

16

1
2
3
4
5
6

Thailand
Singapore
Malaysia
Burma
Vietnam
Laos

77
28
23
11
6
0

48
31
29
26
10
0

40
28
43
32
17
3

1969
(5th Games – Rangoon)

15

1
2
3
4
5
6

Burma
Thailand
Singapore
Malaysia
Vietnam
Laos

57
32
31
16
9
0

46
32
39
24
5
0

46
45
23
39
8
3

1971
(6th Games – Kuala Lumpur)

16

1
2
3
4
5
6
7

Thailand
Malaysia
Singapore
Burma
Cambodia
Vietnam
Laos

44
41
32
20
17
3
0

27
43
33
28
18
6
1

38
55
31
13
17
9
4

1973
(7th Games – Singapore)

16

1
2
3
4
5
6
7

Thailand
Singapore
Malaysia
Burma
Cambodia
Vietnam
Laos

47
45
30
28
9
2
0

24
50
35
25
12
13
5

28
47
49
15
20
9
4

1975
(8th Games – Bangkok)

18

1
2
3
4

Thailand
Singapore
Burma
Malaysia

80
38
28
27

45
42
35
49

39
49
33
51

1977
(9th Games – Kuala Lumpur)

18

1
2
3
4
5
6
7

Indonesia
Thailand
Philippines
Malaysia
Burma
Singapore
Brunei DS

62
37
31
25
21
14
0

41
35
30
42
17
21
0

34
33
30
43
21
28
3

1979
(10th Games – Jakarta)

16

1
2
3
4
5
6
7

Indonesia
Thailand
Burma
Philippines
Malaysia
Singapore
Brunei DS

92
50
26
24
18
16
0

78
46
26
31
23
20
1

52
29
24
38
59
36
0

1981
(11th Games – Manila)

18

1
2
3
4
5
6
7

Indonesia
Thailand
Burma
Philippines
Malaysia
Singapore
Brunei DS

85
62
55
16
15
12
0

73
45
55
27
19
26
0

56
41
77
31
27
33
0

1983
(12th Games – Singapore)

18

1
2
3
4
5
6
7
8

Indonesia
Philippines
Thailand
Singapore
Burma
Malaysia
Brunei DS
Kampuchea

64
49
49
38
18
16
0
0

67
48
40
38
15
25
0
0

54
53
38
58
17
40
5
0

1985
(13th Games – Bangkok)

18

1
2
3
4
5
6
7
8

Thailand
Indonesia
Philippines
Malaysia
Singapore
Burma
Brunei DS
Kampuchea

93
62
43
26
16
13
0
0

65
75
54
28
11
19
0
0

59
76
51
31
23
34
3
0

1987
(14th Games – Jakarta)

26

1
2
3
4
5
6
7
8

Indonesia
Thailand
Philippines
Malaysia
Singapore
Burma
Brunei DS
Kampuchea

185
63
59
36
19
13
1
0

13
6
58
78
41
38
15
6

59
67
69
67
64
22
17
9

1989
(15th Games – Kuala Lumpur)

24

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Indonesia
Malaysia
Thailand
Singapore
Philippines
Burma
Vietnam
Brunei DS
Laos

102
67
62
32
26
10
3
1
0

78
58
63
38
37
14
11
2
1

71
76
66
48
64
20
24
5
0

1991
(16th Games – Manila)

28

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Indonesia
Philippines
Thailand
Malysia
Singapore
Burma
Vietnam
Brunei DS
Laos

92
91
72
36
18
12
7
0
0

86
62
80
38
32
16
12
0
0

69
84
71
65
45
28
10
8
0

1993
(17th Games – Singapore)

29

1
2
3
4
5
6
7
8

Indonesia
Thailand
Philippines
Singapore
Malaysia
Vietnam
Burma
Laos

88
63
57
50
43
9
8
0

81
70
59
40
45
6
13
1

84
63
72
74
65
19
1
0

1995
(18th Games – Chiang Mai)

28

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Thailand
Indonesia
Philippines
Malaysia
Singapore
Vietnam
Myanmar
Brunei DS
Laos
Cambodia

157
77
33
31
26
10
4
0
0
0

98
67
48
49
27
18
21
2
0
0

91
77
62
69
42
24
37
6
2
2

1997
(19th Games – Jakarta)

34

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Indonesia
Thailand
Malaysia
Philippines
Vietnam
Singapore
Myanmar
Brunei DS
Laos
Cambodia

194
83
55
43
35
30
8
0
0
0

101
97
68
56
48
26
34
2
0
0

115
78
75
108
50
50
44
8
7
6

1999
(20th Games – Brunei)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Thailand
Malaysia
Indonesia
Singapore
Philippines
Vietnam
Brunei
Myanmar
Laos
Cambodia

65
57
44
23
19
17
4
3
1
0

48
45
43
28
27
20
12
10
0
0

56
42
58
45
40
27
31
10
3
0

2001
(21st Games – Kuala Lumpur)

32

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Malaysia
Thailand
Indonesia
Vietnam
Philippines
Singapore
Myanmar
Laos
Cambodia
Brunei

111
103
72
33
30
22
19
1
1
0

75
86
74
35
66
31
14
3
1
5

85
89
80
64
67
42
53
7
5
6

Sumber data: newsviews.info

Setelah itu, juara umum SEA Games selalu dipegang oleh tuan rumah. Tahun 2003 (SG ke-22, Hanoi) Vietnam, tahun 2005 (SG ke 23, Manila) Filipina, dan sekarang tahun 2007 (SG ke 24) Thailand.

Tahun 1997, itulah tahun terakhir kejayaan kita di ajang olah raga Asia Tenggara ini. Kemudian muncullah tahun-tahun menyedihkan, tahun-tahun dimana rupiah tak bernilai di mata dunia, dan juga tahun-tahun bencana melanda di hampir seluruh bagian negara. Tahun-tahun ketika “sang krismon” datang dengan tiba-tiba melahap semua kejayaan bangsa dan negara kita. Ketika itulah tabir carut-marutnya negara kita terbuka dan hingga kini belum mampu tertutup kembali.

Sejarah SEA Games mencatat, setelah krismon melanda dan negara kita memasuki era Reformasi, Indonesia belum pernah lagi mencatatkan diri sebagai juara umum SEA Games. Padahal cabang Badminton telah ditambahkan masuk menjadi bagian dari SEA Games. Tiga kali menduduki urutan ke tiga (SEAG ke 20, 21, dan 22) kemudian merosot ke urutan ke lima pada SEAG ke 23 di Manila.

Dan sekarang (SEAG ke 24, 2007) naik satu peringkat di urutan ke empat di bawah Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Secara peringkat sudah sesuai target, namun secara perolehan medali emas masih jauh dari target (56 dari target 64 medali emas).

Satu catatan khusus dari saya adalah, saya salut dan mengucapkan selamat kepada para atlet pebulutangkis kita. Mereka berhasil menyapu bersih perolehan 7 medali emas di cabang tepok bulu ini. Mereka masih mampu membuktikan sebagai yang terkuat di Asia Tenggara. Mereka mampu meraih medali emas melebihi target, dari 4 target emas yang dibebankan. Demikian juga atlet cabang atletik, mampu meraih 7 medali emas dari 4 yang ditergetkan.

Sekarang, perhelatan SEAG XXIV telah usai, apapun hasil yang telah dicapai dan peta kekuatan lawan patutlah dievaluasi guna menaikkan prestasi dua tahun mendatang di Vientiane, LAOS. Kalau perlu targetkan sebagai Juara Umum. Apalagi empat tahun lagi (2011) negara kita menjadi tuan rumah penyelenggaraan SEA Games ke 26 (menurut rencana akan dipusatkan di: Jakarta – Bandung – Semarang – Palembang).

*****

Terakhir, pertanyaan saya sebagai warga negara dan anak bangsa adalah, apakah masih relevan pada masa sekarang –setelah hampir 10 tahun masa krismon berlalu– pemerintah kita mengkambinghitamkan masalah kurangnya dana pembinaan olahraga yang menjadi penyebab kemerosotan prestasi para atlet kita?? Wallahu a’lam bishshawab…….

*****

Tambahan Catatan Daftar Perolehan Medali SEA Games:

SEA Games ke 22, 2003, Hanoi:

 

Position

Country

Gold

Silver

Bronze

Total

1.

Vietnam

158

97

91

346

2.

Thailand

90

93

98

281

3.

Indonesia

55

68

98

221

4.

Philippines

48

54

75

177

5.

Malaysia

44

42

59

145

6.

Singapore

30

33

50

113

7.

Myanmar

16

43

50

109

8.

Laos

1

5

15

21

9.

Cambodia

1

5

11

17

10.

Brunei

1

1

8

10

11.

Timor-Leste

0

0

0

0

Sumber data: Wikipedia

SEA Games ke 23, 2005, Manila:

 

Posisi

Negara

Emas

Perak

Perunggu

Total

1.

Filipina

113

84

94

291

2.

Thailand

87

78

118

283

3.

Vietnam

71

68

89

228

4.

Malaysia

61

50

64

175

5.

Indonesia

49

79

89

217

6.

Singapura

42

32

55

129

7.

Myanmar

17

34

48

99

8.

Laos

3

4

12

19

9.

Brunei

1

2

2

5

10.

Kamboja

0

3

9

12

11.

Timor-Timur

0

0

3

3

Sumber data: Wikipedia

SEA Games ke 24, 2007, Nakhon Ratchasima:

 

Rank

Negara

Emas

Perak

Perunggu

Total

1

Thailand

183

123

103

409

2

Malaysia

68

52

96

216

3

Vietnam

64

58

82

204

4

Indonesia

56

64

83

203

5

Singapura

43

43

41

127

6

Filipina

41

91

96

228

7

Myanmar

14

26

47

87

8

Laos

5

7

32

44

9

Kamboja

2

5

11

18

10

Brunei

1

1

4

6

11

Timor-Timur

0

0

0

0

Sumber data: Wikipedia

oooOOOooo

 

11 Tanggapan

  1. semoga 2011, Indonesia juara umum lagi.
    saatnya macan bangun dari tidur panjangnya.

  2. Saya malah berharap dan berdoa, semoga setelah pulang & berhasil meningkatkan prestasinya di Olympic Beijing 2008, langsung dapat meraih juara umum di SEAG Laos 2009. Gak perlu nunggu lama-lama hingga 2011. Sudah terlalu lama kita dipecundangi….. :x :cry:

  3. 2011??….bener dan valid ga tuh informasinya………??
    memang menyedihkan sekali……jauh merosot….
    tetapi yang patut dibanggakan adalah cabang olahraga badminton dan atletik….satu lagi yaitu pencak silat….yang telah lama direbut Vietnam….dan semoga tidak sombong dengan prestasi ini.,…
    dulu semangat banget nonton SEA GAmes…apalagi yang di JKt waktu masih SD…..semoga di LAos yang banyak sekali memangkas cabang olahraga yang dipertandingkan kita bisa berjaya….

  4. Di SEA Games XXIV/2007 sudah ditetapkan tuan rumah adalah Thailand. Laos menjadi tuan rumah pada SEA Games XXV/2009, berikutnya giliran Singapura.==>nemu dari google…dengan judul..: SEA Games XXVII/2013
    Indonesia Calonkan Diri Menjadi Tuan Rumah

  5. @weibullgamma:
    Kepastian Indonesia sebagai tuan rumah SEAG XXVI 2011 telah ditetapkan pada bulan Juni 2007 di Thailand, setelah Singapura yang sudah ditetapkan lebih dulu sebagai tuan rumah meminta mundur menjadi 2013.
    Baca berita selengkapnya di ANTARA News di sini.

  6. ooh..gitu ceritanya…terima kasih…

  7. Mohon kepada KONI Pusat, nama-nama atlet yang memperoleh medali serta asal daerahnya agar di tampilkan

  8. indonesia kampiun olah raga asia tenggara . semoga dilaos nanti kita menjadi juara umum dengan prakiraan 115 medali emas diraih indonesia …….semoga .amin

  9. merah putih tidak menjadi raja asia tenggara setelah ditaklukkan bendera thailand ,malaysia ,lebih2 vietnam . dimana muka indonesia ini ……

  10. @deddy & furqan: Jika kita berusaha dan Tuhan berkehendak, tak ada yang tak mungkin.

  11. indonesia akan bangun dari tidurnya…….dan hal itu akan di dahului dg memperbaiki peringkat dan perolehan medali di laos,,,,,,bravo indoneia,,,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan