Rexy “Berkibar” di Malaysia *

Artikel ini pindahan dari blog lama yang sudah tidak aktif *)

rexi.JPGDi tengah terpuruknya prestasi perbulutangkisan Indonesia, seorang mantan pebulutangkis kita malah berkibar namanya di negeri jiran. Adalah Rexy Mainaky, bintang bulutangkis ganda putra pasangan Ricky Subagja yang berjaya di era 1990-an, kini menapaki karier sebagai pelatih ganda putra di Malaysia. Kehadiran Rexy sejak tahun 2005 mampu membawa perubahan yang sangat drastis bagi para pasangan negeri jiran ini.

Tak ada yang memungkiri betapa banyak prestasinya saat menjadi pemain bulutangkis berpasangan dengan Ricky Subagja. Berbagai gelar juara telah disandangnya. Berkat kepiawaian dan kepahlawanannya itu, diapun dipuja. Ketenaran namanya makin menjulang, kala dia mendampingi anak asuhannya di turnamen Asian Games XV di Doha, Qatar tahun 2006 lalu. Saat muncul di tengah lapangan, namanyapun dielu-elukan oleh ratusan suporter Indonesia yang ada di sana. Padahal saat itu dia tidak tampil sebagai pemain membela merah putih. Kepiawaian Rexy dalam membesut anak asuhannya selama melatih ganda putra Malaysia mulai terlihat pada kurun 4 bulan terakhir.

Prestasi pertama sebagai pelatih ganda putra di negeri jiran, diukir oleh Rexy saat anak asuhannya Koo Kien Keat/Tan Boon Heong berhasil menumbangkan duet Indonesia Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto di partai final Asian Games XV di Doha, Qatar, Desember lalu. Padahal pada saat perhelatan pesta olah raga tersebut, pasangan Malaysia Koo/Tan itu baru sebulan dipasangkan. Ditambah lagi, pada saat itu pula terjadi sedikit kekisruhan antara pemain ganda dengan pelatihnya Rexy, sampai-sampai Rexy berniat/mengancam untuk mengundurkan diri. Nasib baik –demikian kata orang Malaysia- ketidakharmonisan itu bisa didamaikan oleh Ketua jurulatih negara, Yap Kim Hock. Puncaknya sudah bisa ditebak, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong berhasil meraih medali emas. Keberhasilan itu juga sekaligus mengakhiri 32 tahun paceklik medali emas Malaysia di Asian Games.

Kehebatan ganda nomor satu Malaysia ini kembali terlihat saat perhelatan Kejuaraan Malaysia Terbuka Super Series yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 16 hingga 21 Januari 2007. Pada series ini, di partai final Koo Kien Keat/Tan Boon Heong berhasil menumbangkan duet Indonesia-Amerika Chandra Wijaya/Tony Gunawan dua set langsung 21-15, 21-18. Lewat kemenangan hasil besutannya ini, nama Rexy kembali menjulang.

tan-koo.jpgSejarah kembali diukir Koo Kien Keat/Tan Boon Heong di kejuaraan All England yang digelar di Birmingham, Inggris, dari tanggal 6 hingga 11 Maret 2007. Ganda putra terbaik Malaysia ini berhasi menumbangkan unggulan pertama China, Fu Haifeng/ Cai Yun dengan skor 21-15 dan 21-18. Skor yang sama seperti saat menumbangkan Chandra/Tony di Malaysia Terbuka dua bulan sebelumnya.

Dari ketiga kejuaraan di atas, orang yang juga berbahagia di balik kesuksesan Tan/Koo tentu sang pelatih, Rexy Mainaky. Pada saat kejuaraan Malaysia Super Series, Januari silam, Rexy sudah bertekad untuk mencetak juara All England. Dan ternyata mimpinya kesampaian.

Di penghujung kontraknya yang akan berakhir bulan Juni tahun ini, diapun masih bertekad untuk mengantarkan ganda putra Tan/Koo menjuarai Olimpik Beijing 2008. Masihkah Rexy akan memperpanjang kontraknya dan terus memperkuat pasukan bulutangkis Malaysia? Ketika ditanya wartawan tentang hal ini, diapun menjawab diplomatis, “Saya akan jawab pada waktu yang tepat nanti….”.

Namun saat diwawancara wartawan New Straits Times, dia menjawab ”I am a professional and I have pledged my future to Malaysia. My wife and children are happy and comfortable here and that’s very important for me. As a player, I offered my services wholeheartedly to Indonesia but I have a job to do here and that’s my commitment and focus”.

Tentang profesionalismenya, dia pernah berkata ”Saya seorang profesional, saya mesti mengerjakan apa yang memang seharusnya menjadi pekerjaan saya,” katanya ”Kalau tidak profesional, tentu tidak pelatih Indonesia yang laku di luar negeri,”

Pada jamannya dulu Rexy menjadi bagian terpenting bagi perbulutangkisan Indonesia, kini dia adalah bagian terpenting pula bagi perbulutangkisan Malaysia. Harumnya nama dia di Malaysia setidaknya membawa harum pula nama Indonesia. Akankah Rexy suatu saat nanti “dilamar” dan “dinobatkan” sebagai pelatih untuk ikut memperkuat pasukan bulutangkis Indonesia???

*> Artikel ini dapat pula dibaca di: www.halamansatu.net

6 Tanggapan

  1. gillaaa!!! pasangan chandra wijaya(ina) n tony gunawan(usa) tuh top abis… boleh minta alamat e-mailnya mereka gag? atau alamat website klu ada jg gk papa… klu ada,, kirimin ya,, ke alamt e-mail>>>> vhi_nazz@yahoo.com
    makacih….

  2. Minta maaf, saya tak punya alamatnya….😦😳

  3. Yah,,,,
    Rexy knp gak jd pelatih INA ja????????
    Capek dehh,,,,

    Bisa termasuk pengkhiatan negara tuh…

  4. Bisa termasuk pengkhianatan negara tuh….

    Ahh…. masa iya sih????

  5. yg jd prtanyaan adl knp sampai sang pahlawan bs mengabdikan drnya untk bangsa lain???????apk d negri sdr dia sdh tdk dhargai?tak sdikit org2 pntar mengabdikan drny u/ bgsa lain loooo…..tanya knp…tny knp……???

  6. mungkin kalo di ina dia gak di lirik lagi karena udah pensiun makanya dia hijrah ke malaysia disana dia lebih sukses dari pada di ina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: