Oemar Bakrie Melirik Gaji Tetangganya

Coretan ini melanjutkan coretan yang ada di sini, mumpung masih berada di bulan Mei yang memiliki dua hari sakti yaitu HARDIK-nas (meminjam istilah dari sini) dan HARKIT-nas. Masih dalam rangka merenungi makna HARDIK-nas, coretan ini dibuat.

***

Bila rumput tetangga jauh lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri, apa yang akan kita lakukan?? Pertanyaan itu pula yang selalu bergaung di kepala Oemar Bakrie si ‘pahlawan tanpa tanda jasa’, demi melihat ternyata rumput di halaman “kantor” tetangganya memang jauh lebih hijau.

Dia teringat dulu semasa tahun 1970-1980, dia dan beberapa teman sejawatnya datang melawat ke “kantor” tetangganya untuk ikut membantu menata pendidikan di sana. Di masa yang sama, banyak juga karyawan kantor sebelah yang kala itu datang ke kantornya, untuk belajar.

Tetapi tampaknya kondisinya sekarang terbalik, dia merasa majikan kantornya harus belajar pada majikan kantor tetangga. Apalagi bila sudah menyangkut kesejahteraan karyawan seperti dia, yang berjuluk pendidik dan yang seharusnya patut untuk digugu dan ditiru. Konon katanya, gaji kawan sejawatnya saja ada yang lebih rendah daripada gaji pembantu. Coba tengok tuh…., gaji guru TK, berapa??

Sambil membolak-balik bocoran daftar gaji pendidik dari kantor tetangga, Oemar ‘membatin’ kapan majikannya menaikkan gaji dia. Ingin tahukah anda, berapa gaji pendidik di kantor sebelah?? Ini sebagian datanya yang diperoleh dari Daftar Gaji Matrik.

  • Gaji untuk Guru Sekolah Rendah hingga Menengah:

GRED LANTIKAN

P..T.. (*)

GAJI PERMULAAN

ITKA  (**)

ITP (***)

JUMLAH

DG41

P1T1

RM 1474.65

RM 300

RM 210

RM 1984.65

 

P1T2

RM 1553.30

RM 300

RM 210

RM 2063.30

 

P1T3

RM 1631.95

RM 300

RM 210

RM 2141.95

 

… dst

(*) P=Peringkat; T=Tanggagaji.

(**) IPKA= Imbuhan Tetap Perkhidmatan Awam (Public Service Allowance).

(***) ITP= Imbuhan Tetap Perumahan (Housing Allowance).

Untuk klasifikasi Guru selengkapnya dapat dilihat di situs:

http://www.interactive.jpa.gov.my/ezskim/Klasifikasi/D.asp

http://www.interactive.jpa.gov.my/ezskim/Klasifikasi/D/GuruBahasa.asp

  • Gaji untuk Dosen/Pensyarah:

Gaji pokok:

POSITION

SALARY

MINIMUM

MAXIMUM

Professor(Grade VK7)

RM6135.80

RM7672.50

Associate Professor(Grade DS53)

RM4210.46

(P1T1)

RM6476.79

(P3T10)

Lecturer(Grade DS51)

RM3976.93

(P1T1)

RM6112.58

(P3T10)

Lecturer(Grade DS45)

RM2213.96

(P1T1)

RM5316.40

(P3T21)

Tutor(Grade DA41)

RM1624.69

(P1T1)

RM2823.80

(P3T13)

Sedangkan tunjangan/imbuhannya sebagai berikut:

ALLOWANCE

POSITION

Professor

(Grade VK7)

Associate Profesor

(Grade DS53)

Lecturer

(Grade DS51)

Lecturer

(Grade DS45)

Tutor

(Grade DA41)

Entertainment Allowance

RM2150.00

RM800.00

RM600.00

 

 

Housing Allowance

RM1300.00

RM900.00

RM700.00

RM700.00

RM210.00

Special Grade Allowance

RM800.00

 

 

 

 

House Maintenance(yearly)

RM2000.00

 

 

 

 

Public Service Allowance

 

 

 

RM300.00

RM300.00

 

Detail gaji selengkapnya dapat dilihat di situs berikut:

http://www.jpa.gov.my/pekeliling/pp02/bil04/Klasifikasi-D.pdf

Gaji guru dan dosen di “kantor” tetangganya Oemar Bakrie memang tinggi, tetapi jangan lupa bahwa biaya hidup (living cost) di sini juga tinggi pula. Rata-rata pengeluaran per bulan untuk keperluan primer sebuah keluarga kecil (dengan 2 atau 3 anak) minimal RM 2000. Inipun dengan catatan keluarga tersebut sudah mapan, alias sudah punya rumah sendiri. Karena estimasi pengeluaran rutin tersebut tak termasuk biaya kontrak rumah, ataupun cicilan kredit rumah dan mobil.

Namun kebanyakan keluarga di “kantor” tetangga ini, berpenghasilan double alias suami dan istri bekerja semua, sehingga masalah tersebut teratasi juga. Dan gaji minimal yang tertera di atas itu berlaku untuk gaji permulaan sehingga kalau si guru sudah bekerja bertahun-tahun, berprestasi, profesional dan tak lupa mengajukan kenaikan pangkat, “si gaji” akan melesat cepat dan tinggi. Lihatlah gaji pokok guru dengan pangkat (gred) DG52 sebesar RM 4261.28 (peringkat terendah: P1T1) dan RM 6003.68 (peringkat tertinggi: P2T8). Itu baru gaji pokok belum ditambah dengan tunjangan lainnya, bandingkan dengan gaji pokok profesor (gol. IV/e) di “kantor” si Oemar.

Merekapun bisa punya mobil, karena guru dengan gaji minimal RM 1300 sudah diijinkan untuk mengajukan kredit mobil, dengan batasan cc/silinder mobil tsb (lihat di sini dan di sini). Dan besarnya cicilan “mobnas” di sini juga relatif murah, berkisar RM 300-RM 600 untuk 7 tahun, biar mobnas yang penting tak kehujanan.

*** 

Si Oemar sempat lama tertegun-tegun, diapun senyum simpul demi melihat ada juga yang iri terhadap gaji guru, sampai-sampai menulis puisi seperti ini.  Di kantornya…, mana ada yang iri sama gaji dia??

Namun dia lebih heran lagi demi melihat ternyata di “kantor” tetangganya itupun ada juga yang belum puas dengan kondisi pendidikan sekarang (baca di sini dan juga di sini). Mungkinkah rumput tetangga yang dilihat dari kantornya tampak hijau, ternyata belum sempurna hijaunya?? Mungkin juga karena dia baru sepintas saja melihatnya.

Tapi yang jelas …., yang namanya makhluk memang ada batasnya, dan manusia selalu tak akan pernah merasa puas….. Meskipun begitu, pendidikan di kantor Oemar memang sudah tertinggal lumayan jauh berbanding dengan kantor tetangganya. Beranikah sang majikan mengejar ketertinggalannya?? Hanya Tuhan yang tahu.

oooOOOooo

 

11 Tanggapan

  1. wah kalo dilihat angkanya aja oemar bakri lebih besar pak ordenya udah jutaan lha tetangga kan baru ribuan heheheh, tapi katanya hidup mereka tak sekeras di negerinya oemarbakrie pak, di negeri oemar bakrie ngak ada imbuhannya pak gaji ya gaji tok, sementara propesi lain komunikasinyapun di bayar negara, oemar bakri tak punya imbuhan komunikasi pak jadi ilmunya ya ngak maju-maju hehehheh

  2. walaupun begitu kalau pas ada pendaftaran PNS yang ndaftar mo jadi oemar bakri paling banyak kenapa ya??

  3. @Kangguru:
    – Ya.., fulus kita cuma menang di digit-nya doang pak.
    – Kalau masalah survive, orang kita jagonya.💡
    – Naah… itulah pak, meski tak ada imbuhan komunikasi…, diharapkan tetap bisa survive untuk menambah ilmu…, bisa nggak ya???:mrgreen: Atau mungkin untuk tahun-tahun hadapan, guru-guru pada nyalon jadi DPR saja kang…, biar bisa nentuin kesejahteraannya sendiri…

    @Junthit:
    Wah…, saya nggak tahu sebabnya itu, saya khan PSN @ Pegawai Swasta Nasional… he..he..he😀

  4. Iya yah, gaji guru/dosen dinegeri kita (Indonesia) memang rendah dibanding gaji guru/dosen di negeri Jiran.

    Tapi ga apa-apa. Harus optimis, siapa tahu? nanti bisa lebih baik. Semoga saja….

  5. Yah gaji PNS emang kecil mas, PNS pengabdian, aku juga sedih mikirin nasib guru, klo dokter masih mending bisa praktek tapi ya gitu deh karena gaji kecil kadang kerja di pemerintahnya kurang optimal, realitanya ga cukup gaji PNS buat bayar cicilan motor dan beli bensin…gimana ya…

  6. Besar dan kecil gaji guru di kita bagaimana kita cara melihatnya.
    Bila kita hanya melihat sisi imbalan/gaji yang diberikan negeri ini kepada kita jelas tidak besar… Tetapi apakah kita juga sudah memberikan yang terbaik untuk bangsa ini???
    prestasi apa yang telah dicapai untuk negeri ini??? Karya apa yang telah dihasilkan untuk anak bangsa??
    Akan lebih baik, bila kita membangun negeri ini dengan tanpa melihat seberapa besar imbalan yang kita terima…namun juga kita tetap konsisten dengan komitmen kita untuk membangun dan memajukan bangsa ini…

  7. @mathematicse: Semoga ada perbaikan dalam segala aspek.

    @Seorang PNS: Itulah bu, yang saya lihat. Di negara maju lainnya, para guru dan dosen bisa berkonsentrasi pada profesionalismenya tanpa harus melirik untuk mencari tambahan lainnya. Mereka dihargai berdasar profesionalismenya.

    @Rbaryans: Dari kacamata “husnudz-dzon” atau “positive thinking”, saya setuju dengan pendapat bapak. Tapi secara realistis, kita sudah merdeka lebih dari 60 tahun. Saya bertanya-tanya dalam hati, kenapa kita kalah maju dengan yang baru saja mencapai 50 tahun merdeka?? Padahal dari segi kreatifitas, kita jauh lebih menang.

  8. yah yang sabar aja mas umarbakri, negari kita kan masih lebih sayang sama yang pengusaha gede dan wakil rakyat ketimbang rakyat yang diwakili, doakan aja uu guru dan dosen cepat diujutkan, sekalipun uu tsb kabarnya masih belum cukup tapi kudu ada perubahan masak yang namanya guru dan dosen kudu ngenger terus hidupnya, kalau hujan pergi kerja ya kehujanan karena montor kredit tidak diberi tutup. Kalau dosen katanya ilmunya sak dos dan gajinya sak sen (yo embuh)malah saya pernah kedaerah ada guru gede yang masih numpak motor ke kantor, mungkin lebih baik naik motor ketimbang mobil yang taktebeli. yah yang husnuzon sajalah semoga ada perbaikan, doa guru kan didenger oleh Gusti Allah. yang sabar ya mas umar.

  9. “Tapi secara realistis, kita sudah merdeka lebih dari 60 tahun. Saya bertanya-tanya dalam hati, kenapa kita kalah maju dengan yang baru saja mencapai 50 tahun merdeka??”

    Kita memang sudah merdeka selama 60 tahun..tapi benarkah kita bener2 merdeka..? sebenarnya masih banyak rakyat kecil kita yang terjajah. Bahkan terjajah oleh saudara sebangsa dan setanah air sendiri. Positive thinking boleh, tapi pemerintah kita sebaiknya mau dengan rendah hati belajar ke negri tetangga. Buat mas Oemar Bakrie, gak dosa kok kalo mau kerja di kantor tetangga..hehehe..

  10. Oalaahh…, mas Oemar sudah terikat kontrak di kantor sendiri, jadi belum bisa nyambi di kantor tetangga (cuma bisa melirik, doang…), hehehe….😀

  11. I found so many interesting stuff in your blog especially its discussion. From the tons of comments on your articles, I guess I am not the only one having all the enjoyment here! keep up the good work.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: