Cerita Akhir Pekan: Gitu aja kok “report”

Coretan ini sekedar catatan di akhir pekan. Cerita pengalaman keluarga yang terjadi di ujung minggu ini. Dari cerita ini saya melihat bahwa batas gembira dan sedih, batas anugerah dan musibah itu sedemikian tipisnya. Hingga tanpa sadar, sekejap kita sudah berada pada posisi lain.

  • Jemputan Kenduri

Seperti yang terjadi pada hari Sabtu 19 Mei 2007 kemarin, kami bersama keluarga Indonesia lainnya, mendapat “jemputan” makan-makan syukuran dari seorang kenalan Melayu yang akan berangkat umroh. Di sini, jemputan berarti undangan. Kalau ada orang Malaysia berkata,”Saya jemput kamu nanti petang”, janganlah ditunggu. Sampai bangkotan menunggu, tak akan ada orang yang datang. Karena maksud dijemput di sini adalah diundang. Jadi kita harus datang sendiri.

Pada jam 16.15, kamipun berangkat menuju kawasan Senai dengan diringi hujan yang turun sejak satu jam lalu. Rombongan terdiri dari 5 keluarga, termasuk keluarga pak Rachmat, pak Imam, pak Qomar dan pak Arief. Sebelum menuju Senai kami singgah dulu di Masjid Sultan Ismail UTM untuk sholat ashar.

pic_2140.jpg pic_2141.jpg

Suasana kenduri di rumah En. Shavarein

Singkat cerita, kamipun sampai di tujuan dengan selamat. Ternyata rumah Encik Shavarein di kawasan yang kami kunjungi ini terletak lumayan jauh dari UTM. Encik Shavarein ini berprofesi dalam bidang konstruksi. Secara kebetulan, anak beliau adalah kawan sekolah dari anak pak Rachmat dan anak saya. Beliau sudah kenal baik dengan pak Rachmat, bahkan baru-baru ini pernah berkunjung ke Semarang, Jepara, Magelang, dan Yogyakarta.

Masih dalam suasana hujan, kami serombongan diterima dengan hangat oleh En. Shavarein dan keluarga. Segera setelah kami sampai, prosesi kenduri-pun dimulai dengan dipimpin seorang ustaz yang ternyata adalah keturunan dari Kebumen. Beliau lahir di Kebumen dan kemudian keluarganya pindah ke Malaysia pada tahun 1930, selanjutnya menetap di Muar, Johor.

Usai acara, sekitar pada pukul 19.00 kamipun undur diri. Sementara rombongan lain pulang ke UTM, kami sekeluarga meneruskan perjalanan untuk belanja mingguan di Pasar Modern KIP Mart.

  • Musibah yang tak diduga

Hujan masih renyai-renyai turun. Dalam perjalanan, kami sempatkan singgah di GIANT Hypermarket di kawasan Skudai untuk melaksanakan sholat Maghrib. Sebagai catatan, hampir semua pusat belanja modern (mall, super dan hypermarket) di Malaysia ini dilengkapi dengan musholla yang cukup representatif. Musholla ini memang diperuntukkan untuk umum (bukan hanya untuk karyawan mall saja). Bahkan ada pula yang dilengkapi dengan Masjid yang cukup megah, seperti di Mall Kota Raya di Johor Bahru.

Si Fani anak kami yang terkecil merengek minta bermain-main sebentar di pusat permainan anak yang disediakan secara gratis. Tak ada salahnya usulan tersebut kami penuhi dan kamipun bergantian menjaga, sementara yang lainnya melaksanakan sholat. Usai sholat dan si Fani puas bermain, kamipun meninggalkan Giant.

pic_2144.jpg pic_2148.jpg

Suasana pusat bermain anak di Giant Hypermarket

Tiba di jalan raya ternyata traffic cukup padat. Terutama yang akan memasuki kawasan pembangunan fly-over di Tampoi. Di depan sudah tampak antrean kendaraan yang panjang. Terjebak dalam antrean, mobilpun saya perlambat, dan kemudian berhenti. Belum satu menit berlalu, tiba-tiba “braakk!!”, terasa mobil ada yang menyundul dengan keras dari belakang. Istri dan anak-anak terkejut dan berteriak, sayapun refleks berkata, “kita ditabrak”. Lumayan keras, tapi karena hand-rem saya pasang maka mobil saya tak menabrak mobil di depannya. Sayapun kontan keluar mobil.

Di belakang saya ada dua mobil sedan Naza dan Proton Wira. Pengendara Naza berketurunan Cina dan pengendara Proton berketurunan Melayu, keluar dari mobil masing-masing. Kami bertiga mengecek kondisi kendaraan. Mobil tua saya “si JAQ” (demikian kami menjulukinya) Honda Accord 1983, meski tak rusak parah tapi penyok bumper belakang dan tutup bagasi bergeser posisi. Yang tampak aneh adalah bamper depan mobil Naza, tak lecet sedikitpun apalagi penyok. Namun setelah di periksa bagian belakang, rusak cukup parah. Yang paling parah adalah bagian depan mobil Proton, semua lampu pecah, kap depan melengkung, dan radiator pecah.

pic_2152.jpg pic_2153.jpg

pic_2154.jpg pic_2155.jpg

Kondisi mobil yang terlibat kecelakaan

Tampaknya pengendara Proton yang melaju dengan cepat dan kurang waspada sehingga tak sempat menginjak rem ketika masuk antrean. Ditambah lagi jalanan basah akibat terguyur hujan sepanjang sore ini. Akibatnya mobil tersebut membentur mobil di depannya dengan sangat keras. Pengendara Naza terlihat sangat emosi. Dia protes karena mobil baru dan mulus tersebut rusak parah bagian belakangnya, belum lagi ternyata girlfriend-nya terantuk cukup keras ketika tabrakan terjadi.

Pertengkaran tak sampai terjadi karena si Melayu tampaknya menyadari dia yang salah. Namun demi melihat kerusakan yang diakibatkannya, diapun sedikit banyak berusaha untuk berkelit meminimal tanggungjawab. Dia berusaha melempar tanggungjawab untuk mengganti kerusakan mobil saya kepada pengendara Naza. Tentu saja si pengendara Naza menolak. Setali tiga uang, pengendara Naza menyarankan saya mengklaim ke asuransi. Bagaimana mungkin? Asuransi mobil saya adalah “Third party“, hanya bisa diklaim untuk mengganti rugi pihak ketiga yang saya tabrak karena kesalahan saya. Sedangkan dalam kasus ini saya jadi korban ditabrak orang lain.

Di tengah kami berusaha menyelesaikan permasalahan, terdengar lagi benturan keras di jalur traffic sebelah kanan kami. Oo… lala…, tak jauh dari tempat kami accident, ternyata terjadi kecelakaan baru. Mobil yang dikendarai keturunan India menabrak pengendara Cina. Mungkin memang karena jalanan yang licin dan pengendara yang kurang waspada.

Kembali ke permasalahan kami. Daripada adu mulut, saya yang memang “orang asing” dan tak begitu faham proses hukum lalu lintas di Malaysia meminta waktu sebentar untuk menghubungi seorang kawan. Saya hubungi kawan-kawan Indonesia, tak ada yang faham juga. Akhirnya saya hubungi petugas marketing agen asuransi mobil, yang kebetulan saya kenal baik dengannya. Dia sarankan, kalau tak mau damai ganti rugi, buat report ke balai Polis (kantor Polisi) atau ke balai Polis Trafik (kantor Polisi Lalulintas) terdekat, nanti mahkamah (pengadilan) akan memutuskan siapa yang salah. Berdasarkan putusan mahkamah, maka pihak asuransi kendaraan yang salah itulah yang akan mengganti rugi.

1-jaq-26.jpg pic_2160.jpg

“Si JAQ” sebelum dan sesudah ditabrak, bamper belakang berubah.

Akhirnya kami bertiga ke Balai Polis Trafik Daerah Johor Bahru Selatan. Mobil Proton terpaksa diderek (towed) karena radiatornya rusak parah. Alhamdulillah proses report tak sampai dilimpahkan ke mahkamah, karena si pengendara Proton sudah mengaku salah dan bersedia mengganti dengan klaim asuransinya. Hari senin besok, saya akan kembali ke Balai Polis Trafik untuk mengambil hasil report dan proses siasatan polis, kemudian membawa kendaraan ke bengkel yang disepakati. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya.

Oalaaa… gitu saja kok “report”, langsung beri ganti rugi kan selesai, tak berbelit-belit. Lagian menurut estimasi saya paling tak sampai melebihi RM 200 dan saya bisa memilih ke bengkel langganan saya yang dekat dengan UTM.

Keluar dari balai Polis jam sudah menunjukkan pukul 22.30. Tentunya jam segini, pasar KIP Mart sudah tutup dan tampaknya anak-anak sudah pada capek. Langsung saja meluncur menuju Taman Universiti, kawasan dekat dengan UTM untuk makan malam yang tertunda. Ooh… akhir minggu yang cukup melelahkan…. !!!!

ooOOOoo

 

10 Tanggapan

  1. Kalau kejadiannya di Semarang gimana ya Pak? hehehe…
    Kadang kalau polisi sudah campur tangan masalahnya malahan jd lebih ruwet😀

  2. wah kalo di tanah air kejadiannya jangan sampe deh di bawa ke balai Polis bisa tambah repot

  3. @Deking & Kangguru: Kalo di tanah air mungkin mikir lagi sribu kali ya..?? Mo hilang sapi, apa cukup hilang kambing aja??😆

  4. Ya semua ini khan peringatan agar kita jadi lebih waspada dalam segala hal.

  5. Mudah-mudahan si JAQ-nya bagus lagi.

    Oh iya, di negeri Jiran, mushola di mall, super/hypermarket representative ya? Klo di negeri tercinta kita bagaimana ya? Kecil, sumpek, ada di parkiran, ga nyaman, dll.

  6. @Anas: Yap… betul. Terima kasih ingatannya.
    @Mathematicse: Alhamdulillah, cukup “diketuk” (Ind: diketok) sekarang sudah balik semula.
    Ya pak, sangat representatif. Kalau dari segi keluasan bermacam-macam (minimal 4 x 4 m2), tetapi dari segi kebersihan, kenyamanan (ber-ac), dan ketersediaan di setiap mall; itu yang bikin saya ngiri. Di Indonesia rasanya susah cari yang seperti ini, padahal muslimnya lebih banyak dibanding Malaysia. Tenang rasanya kalau belanja di mall yang seperti ini, kita tetap dapat beribadah dengan tenang walaupun pada saat belanja.

  7. masih beruntung mas selamat… that anugerah. Tapi perjalanan anugrah itu ternyata banyak sekali pelajaran buat mas Faiq dan buat kita2 di sini.. menurutku, inilah pentingnya catatan pribadi blog… saya baru nyadar.

    antara anugrah dan musibah beda tipis… jadi ingat peristiwa mobil ketimpa Crane di BEJ kemarin… duuh hidup pasti ada yang me(reka)yasa…

  8. @Mr Kurtubi: Betul kata panjenengan pak. Dari satu kejadian musibah tersebut, ternyata banyak anugerah yang sebetulnya bisa kita rasakan. Saya jadi teringat, orang jawa kalo ketimpa musibah masih bisa bilang beruntung. Seperti kejadian pasuruan kemarin, yang kepalanya terserempet peluru mungkin juga akan bilang “untung cuma terserempet, dan alhamdulillah masih diberi umur panjang”.
    Demikian juga musibah saya ini: untung cuma penyok (sedikit) bumper dan bagasi, untung mobil saya tak nabrak depannya lagi, untung yang nabrak tak (bisa) lari, **..yang paling penting..** untung saya & semua anggota keluarga selamat tak lecet sedikitpun, dan masih banyak untung yang lain. Itu semua anugerah yang tak saya sadari…. Matur nuwun pak, diingatkan.

  9. assalamualaikum pak niam apa kahabar ada di malaysia lagi atau sudah balik ke semarang kami di sini sihat di sana keluarga sihat

    • Wa’alaikum salam, alhamdulillah semua sehat. Sekarang famili sudah balik ke Semarang. Saya untuk sementara masih di Malaysia sampai selesai belajarnya nanti. Salam untuk ayah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: