Akhlak Membangun, Menghargai Lingkungan

Terinspirasi untuk memperingati: World Environment Day (Hari Lingkungan Sedunia) 5 Juni 2007.

global-warming.gifSejenak, saya interupsi dulu tulisan tentang berbagi ruang di jalan raya. Saatnya kita merenung untuk menyadari betapa pentingnya menghargai dan menjaga lingkungan tempat kita berpijak. Apakah pembangunan yang telah kita lakukan yang katanya untuk menuju ke masa yang lebih modern itu sudah menghargai lingkungan (bahasa kerennya, berwawasan lingkungan) ataukah justru berpotensi merusaknya? Dari manakah kita harus mulai berkampanye “Membangun yang menghargai lingkungan” itu?

Manusia senantiasa berinteraksi dengan lingkungan. Perdebatan mengenai hubungan dampak pembangunan dengan masalah lingkungan sering dijadikan isu dari dulu hingga sekarang. Ternyata terlalu banyak kegiatan manusia yang berlabel “pembangunan” justru telah banyak menimbulkan pencemaran lingkungan. Lho…, membangun kok menimbulkan masalah lingkungan? piye tho? Ya, karena umumnya dilakukan dengan dorongan untuk memenuhi keinginan dan kehendak serakah segelintir manusia. Selanjutnya bisa ditebak, pembangunan yang dilaksanakan adalah sama sekali tak berakhlak, tak bermoral, ataupun tak beretika. Lupa terhadap efek lingkungan karena tertutup oleh lambaian Mr. Fulus dolar.

Lihat saja. Dengan ditemukannya teknologi elektrik/listrik, manusia terus berupaya untuk mendapatkan serta memanfaatkan kemudahan tersebut. Keadaan ini telah mendorong manusia untuk mengeksploitasi sumber tenaga yang terdapat di alam ini, semata-mata untuk mendapatkan sumber energi listrik. Ditambah lagi dengan munculnya revolusi industri yang menggelinding demikian pesatnya. Efeknya, berlakulah pencemaran udara, pemanasan global dan hujan asam akibat gas rumah kaca.

Persoalan yang sering ditimbulkan, mengapakah kerap berlaku pencemaran dan kerusakan lingkungan diakibatkan oleh ulah negara maju? Lihatlah contoh data kontribusi terbesar terjadinya gas rumah kaca yang ternyata memang datang dari negara maju. Amerika Serikat menyumbang emisi sekitar 36,1%, Rusia 17,4%, Jepang 8,5%, Jerman 7,4%, Inggris 4,2%, Australia 2,1%, dan Prancis 2,7%.

Masalah pembalakan liar hutan. Yang menjadi sorotan dunia sekarang adalah pembalakan liar hutan di Indonesia. Konon katanya, Indonesia akan masuk catatan buku rekor dunia sebagai sebuah Negara Penghancur Hutan Tercepat. Padahal hasil pembalakan hutan tersebut juga kebanyakan larinya ke negara-negara maju yang sudah tidak punya hutan kayu keras.

Ironisnya, negara kita adalah negara berkembang yang giat membangun untuk menjadi negara maju. Kebetulan juga berada di daerah Khatulistiwa yang subur dengan sisa hutan peninggalan nenek moyang yang dulunya lumayan luas. Coba bayangkan, bagaimana bila letak negara kita berada di daerah timur tengah yang tandus tapi kaya minyak. Mungkin juga negara-negara maju dan supermaju akan berkolaborasi membuat kacau dalam negeri kita. Dan kemudian ujung-ujungnya berkedok menjadi superhero untuk mencaplok minyak hasil bumi negara kita.

Menciptakan perang di negara orang, juga bisa merusakkan lingkungan. Kalau begitu……., ah pikir aja sendiri… kepala saya tiba-tiba pening.

Kembali ke masalah pembangunan, kampanye pambangunan berwawasan lingkungan harus kita mulai dari diri sendiri dan anggota keluarga.

  1. Mulailah dari penataan dan pembangunan rumah kita.
  2. Jika masih memungkinkan, sediakan sedikit lahan kosong.
  3. Jangan tutup permukaan lahan (tanah) kosong tersebut dengan bahan kedap air (di cor beton, misalnya).
  4. Kalau masih sempat, tanami dengan tanaman hias, atau tanaman obat-obatan, ataupun tanaman perindang (minimal tanami rumput hias/taman).
  5. Jika memang sudah tidak ada sisa pekarangan lagi (biasanya lahan di kota besar sangat terbatas), jagalah keasrian lingkungan RT/RW di sekeliling rumah kita dengan tanaman hias, tanaman obat-obatan, ataupun pohon perindang.
  6. Rawatlah tanaman tersebut, dan jangan tebang sebelum disiapkan penggantinya.

UPDATE: 13/06/07 …… (sesuai saran dari Mr. Kurtubi, di sini)

Terakhir, kurangi penggunaan gas yang mengandung CO2 untuk mengurangi efek gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global (global warming). Sekian dan …………

SELAMAT MEMPERINGATI

HARI LINGKUNGAN SEDUNIA

semoga lingkungan kita tetap terjaga dan asri

meski rentak pembangunan tetap berjalan.

oooOOOooo

Baca juga topik sejenis untuk memperingati hari Lingkungan Sedunia:

 

6 Tanggapan

  1. memang disatu sisi ingin terus membangu untuk kesejahteraan masyarakat ,tapi disisi lain juga merusak lingkungan.
    mungkin sudah resikonya

  2. nasib lingkungan ku.. lumayan ah dapet ide untuk menulis tentang hal ini, baru sadar 5 juni hari lingkungan! thx

  3. selamat hari lingkungan yang jatuh pada kemarin… kayanya mamang bumi sudah kurang diakrabi lagi oleh manusia. Tidak seperti orang2 Bali yang sadar tentang linkgungan juga orang2 Badui, konon kata Rendra, itulah contoh interaksi alam dan manusia perlu dijaga betul2.

    satu lagi mas sarannya, kurangi gas yang mengandung CO2 karena konon, efek rumah kaca itu ditimbulkan dari dua gas itu yang sangat belebihan.

  4. @Hassim: Ini yang membingungkan. Padahal kan membangun itu “konon katanya” untuk membenahi dan memperbaiki lingkungan. Betul..??😀

    @Kang Roffi: Ya, buruan buat tulisan tentang lingkungan. Nanti keburu momen-nya kadaluwarsa, lho.😆

    @Santribuntet: Terima kasih sarannya. Betul itu pak, nanti saya tambahkan pada saat update…, ini baru males login.😀😆

  5. selamat hari lingkungan hidup sedunia, utk semuanya. semoga orang2 semakin menyadari pentingnya arti lingkungan hidup di Indonesia. salam.

  6. Semoga…, untuk kelestarian lingkungan, kita punya harapan yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: