REKLAMASI (Bagian 1)

Anda semua pasti sudah pernah mendengar istilah REKLAMASI disebut-sebut. Apalagi jika dihubungkan dengan kerusakan lingkungan yang diakibatkannya. Berita-berita dampak buruk yang diakibatkan oleh reklamasi di tanah air, sangat banyak bisa anda dapatkan dari media massa secara online.

Kalau reklamasi di negara kita ternyata banyak “menuai badai”, mengapakah negera-negara maju lainnya banyak yang malah bergiat dalam mereklamasi wilayahnya. Apakah ada sisi positif dari reklamasi itu? Bagaimana cara mereduksi *haalah* mengurangi dampak buruk yang diakibatkannya? Dan negara mana saja yang sudah mengamalkannya.

Tulisan tentang reklamasi ini (yang mungkin akan terbagi dalam beberapa seri) akan mengulas seluk dan beluk mengenainya secara berimbang dan berusaha ilmiah tidak memihak kepentingan manapun kecuali kepentingan perut ilmu.

***

Apa Sejatinya REKLAMASI itu?

Menurut pengertiannya secara bahasa, reklamasi berasal dari kosa kata dalam Bahasa Inggris, to reclaim yang artinya memperbaiki sesuatu yang rusak. Secara spesifik dalam Kamus Bahasa Inggris-Indonesia terbitan PT. Gramedia disebutkan arti reclaim sebagai menjadikan tanah (from the sea). Masih dalam kamus yang sama, arti kata reclamation diterjemahkan sebagai pekerjaan memperoleh tanah.

Sedangkan pengertiannya secara ilmiah dalam ranah ilmu teknik pantai, reklamasi adalah suatu pekerjaan/usaha memanfaatkan kawasan atau lahan yang relatif tidak berguna atau masih kosong dan berair menjadi lahan berguna dengan cara dikeringkan. Misalnya di kawasan pantai, daerah rawa-rawa, di lepas pantai/di laut, di tengah sungai yang lebar, ataupun di danau.

Apa tujuan reklamasi?

Sesuai dengan definisinya, tujuan utama reklamasi adalah menjadikan kawasan berair yang rusak atau tak berguna menjadi lebih baik dan bermanfaat. Kawasan baru tersebut, biasanya dimanfaatkan untuk kawasan pemukiman, perindustrian, bisnis dan pertokoan, pertanian, serta objek wisata.

Dalam teori perencanaan kota, reklamasi pantai merupakan salah satu langkah pemekaran kota. Reklamasi diamalkan oleh negara atau kota-kota besar yang laju pertumbuhan dan kebutuhan lahannya meningkat demikian pesat tetapi mengalami kendala dengan semakin menyempitnya lahan daratan (keterbatasan lahan). Dengan kondisi tersebut, pemekaran kota ke arah daratan sudah tidak memungkinkan lagi, sehingga diperlukan daratan baru. Alternatif lainnya adalah pemekaran ke arah vertikal dengan membangun gedung-gedung pencakar langit dan rumah-rumah susun.

Apakah reklamasi itu selalu identik dengan pengurugan?

Semua pekerjaan pengurugan tidak termasuk dalam kategori reklamasi, dan reklamasi tidak selalu berupa pengurugan. Lho??!

Begini, tidak semua pekerjaan pengurugan di suatu kawasan dapat disebut reklamasi. Dalam definisi di atas terdapat syarat dan ketentuan *haalah kayak iklan SIM card saja* bahwa kawasan yang diperbaiki tersebut adalah berair. Sekali lagi….., BERAIR. Jadi untuk kawasan yang tak berair, tak tepat jika dikatakan kawasan tersebut akan direklamasi. Maka untuk pekerjaan penimbunan tanah di kawasan tak berair, disebut saja dengan pekerjaan pengurugan atau penimbunan lemak tanah.

Penjelasan kedua, reklamasi tidak selalu berupa pengurugan. Prosesnya adalah pengeringan kawasan berair. Proses tersebut dapat diperoleh dengan dua cara, pertama dengan pengurugan dan kedua dengan penyedotan (pembuangan) air keluar dari kawasan tersebut. Cara pengurugan adalah cara yang paling populer dan paling mudah dilakukan, dan banyak diamalkan oleh pelaku reklamasi. Sedangkan cara penyedotan air adalah cara yang paling rumit dan memerlukan pengelolaan serta pemeliharaan (maintenance) yang teliti dan terus menerus. Contoh negara pengamal cara kedua ini adalah Belanda.

Apa keuntungan dan kerugiannya?

Cara reklamasi memberikan keuntungan dan dapat membantu negara/kota dalam rangka penyediaan lahan untuk berbagai keperluan (pemekaran kota), penataan daerah pantai, pengembangan wisata bahari, dll.

Perlu diingat bahwa bagaimanapun juga reklamasi merupakan bentuk campur tangan (intervensi) manusia terhadap keseimbangan lingkungan alamiah yang selalu dalam keadaan seimbang dinamis. Perubahan ini akan melahirkan perubahan ekosistem seperti perubahan pola arus, erosi dan sedimentasi pantai, berpotensi meningkatkan bahaya banjir, dan berpotensi gangguan lingkungan di daerah lain (seperti pengeprasan bukit atau pengeprasan pulau untuk material timbunan).

Bagaimana cara mengurangi dampak buruknya?

Untuk mereduksi dampak semacam itu, diperlukan kajian mendalam terhadap proyek reklamasi dengan melibatkan banyak pihak dan interdisiplin ilmu serta didukung dengan upaya teknologi. Kajian cermat dan komprehensif tentu bisa menghasilkan area reklamasi yang aman terhadap lingkungan di sekitarnya.

Sementara itu karena lahan reklamasi berada di daerah perairan, maka prediksi dan simulasi perubahan hidrodinamika saat pra, dalam masa pelaksanaan proyek dan pasca reklamasi serta sistem drainasenya juga harus diperhitungkan. Karena perubahan hidrodinamika dan buruknya sistem drainase ini yang biasanya berdampak negatif langsung terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Yang perlu dipikirkan lagi adalah sumber material urugan. Material urugan biasanya dipilih yang bergradasi baik, artinya secara teknis mampu mendukung beban bangunan di atasnya. Karena itulah, biasanya dipilih sumber material yang sesuai dan ini akan berhubungan dengan tempat galian (quarry). Sumber galian yang biasanya dipilih adalah dengan melakukan pengeprasan bukit atau pengeprasan pulau tak berpenghuni. Hal ini tentunya akan mengganggu lingkungan di sekitar quarry. Cara lain yang relatif lebih aman dapat dilakukan dengan cara mengambil material dengan melakukan pengerukan (dredging) dasar laut di tengah laut dalam. Pilihlah kawasan laut dalam yang memiliki material dasar yang memenuhi syarat gradasi dan kekuatan bahan sesuai dengan yang diperlukan oleh kawasan reklamasi.

Kalau begitu kawasan reklamasi itu mahal?

Ooo…, jelas mahal. Lebih-lebih bila negara atau kota pelaku reklamasi tidak punya quarry sendiri. Dengan membeli material urugan secara selundupan saja perlu biaya yang mahal, apalagi bila dilakukan secara legal.

oooOOOooo

33 Tanggapan

  1. Om Faiq, klo yang dilakukan oleh Singapura itu berarti termasuk REKLAMASI engga?๐Ÿ˜€

  2. @Mathematicse: Yang dilakukan Singapura juga reklamasi, hanya seperti yang saya sindir di paragraf terakhir, sayangnya dia tak punya quarry sendiri. Dan dia akhirnya mengepras pulau Indonesia. Mungkin nanti dalam postingan berikutnya akan saya singgung pula, sekarang tulisan tsb. sedang saya persiapkan.

  3. posting yg tentu saja bermanfaat.
    *menunggu tulisan lanjutannya*

  4. terus berkarya dan memberi manfaat๐Ÿ˜‰

  5. Maaf Pak lama gak mampir, maklum baru cuti lama hehehe
    Reklamasi?
    Wah sayangnya saat ini bangsa (atau negara ya lebih tepatnya) kita lebih suka berdeklamasi, terbawa kebiasaan kalau kampanye
    Hanya beda satu huruf kan hehehe

  6. Mo nanya, kalo reklamasi di pantai semarang udah ada amdalnya belum , ingat loh dampaknya , sekarang aja udah sering rob . Daerah tambak udah ilang, banyakan ditimbun ama tanah, akhirnya air laut masuk ke daratan , jadilah rob. Tp ini hanya sebuah pilihan , mo reklamasi ato rob, kali aja semarang mo dibuat kaya kota venesia …. lumayan buat obyek wisata baru……

  7. REKLAMASI – Jadi Ingat dengan Siti Nuralizah yang di tukarkan dengan ambalat….

  8. @Telmark & Az&Fa: Terima kasih dukungannya….

    @Deking: Hehehe…. betul juga ya pak?

    @Bayoe: Wah…, masalah Amdal Reklamasi Semarang saya gak tahu ya, Mas.

    @Rivafauziah: Lha…, kok Siti-nya malah diambil Datuk K.

  9. wah pak artikel yang menarik….
    ditunggu nieh artikel selanjutnya.

    reklamasi menguntungkan…. secara ekonomi di daerah seperti Singapura iya. tp secara lingkungan sangat merugikan. pertama hilangnya terumbu karang. klo terumbu karang dah ilang, ikan2pun lenyap. kasian nelayan. tp apa sih gunanya terumbu karang bagi singapura.

    utk kota2 besar di Indonesia, saya harap jngan ada reklamasi. masih banyak daratan yg masih bisa di pakai, ga perlu dengan mengeringkan sungai atau lautan. tp yakin di artikel selanjutnya akan dibahas pengaruh reklamasi buat lingkungan bai laut maupun daratnya.

    ditunggu pak

    =================
    Mas La An, trims atas komen dan masukannya. Ya.., ini juga baru/masih disiapin tulisan lanjutannya. Tapi mungkin perlu waktu luang yang agak banyak, sebab nulis artikel yang kayak ginian juga perlu energi lebih. Bahan-bahan tulisan udah dikumpulin, tinggal ngolahnya aja yang belum ada waktu karena masih ada urusan lain yang lebih penting.

  10. Kalau boleh artikelnya tentang reklamsi dilengkapi dong…!jenis-jenis reklamsi seperti reklamsi tipe beach fill dan sea dike, penting untuk bahan referensi thanks…..

  11. Hm..

    tolong, jelaskan bagaimana proses dari reklamasi itu sendiri..
    mulai dari nol hingga reklamasi itu selesai dikerjakan,,
    ambil saja salah satu reklamasi pantai yang di lakukan di Indonesia..

    tolong kirim proses reklamasi pantai itu ke email yang telah saya cantumkan..
    terimakasih..

  12. saya hanya mengingatkan bahwa marilah kita memperlakukan alam ini dengan lebih ramah. oleh karena itu, kita harus melakukan valuasi lingkungan. jika melakukan reklamasi harus juga dapat memberikan solusi mengenai dampaknya. oh iya, kalo boleh ada ndak artikelnya mengenai pemanfaatan mangrove sebagai pelindung pantai.

    =================

    Mas Rifqi, saya setuju jika terpaksa melakukan reklamasi, harus juga pikirin solusi penanganan dampak negatifnya. Mengenai tulisan mangrove sebagai pelindung pantai…, boleh juga nanti akan dijadikan bahan tulisan. Thanks atas inspirasinya…

  13. yup saya setuju dengan adanya istilah investasi manusia atas indakan reklamasi…memang Indonesia telah kekurangan lahan namun dengan melakukan reklamasi ..malah akan memperparah keadaan yang ada..banjir akan semakin meluas akibat tidak adanya daerah aliran air yang cukup memadai….wah masalahnya akan makin panjang..pusing deh…

    ============

    Mbak Nia, thank atas komennya….. menurut pemikiran saya, untuk di negara kita, mungkin reklamasi akan lebih bermanfaat bila diterapkan pada areal kawasan pantai yang sudah rusak terabrasi. Fungsinya untuk mengembalikan kawasan yang hilang tergerus gelombang air laut.

  14. Om, reklamasi pantai yg bnyk dilakukan di indonesia beneran reklamasi atw pa seh??koq mlah menghasilkan rob….tlg dijelasin dong jenis2 reklamasi….thanx

  15. boleh dikasih contoh model reklamasi yang tidak merusak perairan. makasih

  16. @ Hamzah, Wangi, Desni & Emi: Saya masih menyiapkan tulisannya, tapi maaf mungkin perlu waktu agak lama untuk postingnya. Sebab sekarang ini baru dikejar deadline tugas lainnya. Sabar aja ya?? Insya Allah akan dipostingkan juga….

  17. tooopppppppppp om

  18. Ahh… yang bener pak Kawi…,
    Eh.. terkaget-kaget saya dan hampir-hampir ke-GR-an…. kirain dikunjungin pak Kawi yang walikota itu…. ternyata pak Kawi dari Undip tetangga dekat… Maksih kunjungannya.

  19. yah namanya negara berkembang mas…mo gimana lagi…yah semuanya masih dalam tahap pembelajaran, kalo wong londo bilang trial and eror gitu…
    mungkin reklamasi pantai ini salah satu penerapannya…
    sy pernah baca di blog lain ternyata proyek reklamasi ini tidak dibarengi dengan peraturan yang mengatur tentang tata ruang kelautan di lokasi terkait, ya repot noh kalo gitu…
    tapi emang kebiasaan di negara ini mungkin, kalo kerja ga bisa sekali jalan n beres tapi kudu n harus repot ma permasalahan yang seharusnya ga muncul…
    pengen numpang populer lewat media kali…kayak artis-artis sinetron, n biar bisa dijadiin ajang adu argumen biar dikatain pinter kayak profesor-profesor gitu…
    yah gimanapun juga ini cuma pendapat sy sendiri loh.
    oy, numpang urun usul ni…gimana kalo pemkot lagi pengen punya gawe lagi, buatin area kongkow buat pacaran dung, sekarang susah baget cari tempat pacaran di semarang…buat aja “area mojang terpadu” gitu boz…heee

  20. o ya om…ceritanya sy tertarik ma obrolan om ne…hee
    lagi nyari bahan wat tugas…nyuwun sewu sy jadiin blog om bwt referensi sy…boleh y om… d^_^b

  21. @echo_tenan: Makasih telah berkunjung dan menyumbang pendapat.๐Ÿ˜€

    Silakan…, tulisan ini terbuka untuk siapa saja. Selamat berburu referensi….

  22. saya minta artikelnya bwt bahan referensi boleh ya?…

    makasih banget lho pak…

  23. @lela: Silakan…, silakan…. “angkut” saja semuanya… hehehe๐Ÿ™‚๐Ÿ˜€

  24. Artikelnya bagus….
    Boleh nga dijadikan bahan referensi…???.

    Terima Kasih Pak

  25. wah,,apakah ada pengaturan secara detail mengenai reklamasi?
    apakah ini tidak bertentangan dengan peraturang mengenai pengadaan tanah?

  26. Istilah reklamasi memang telah tereduksi dengan isue negarif jika disandingkan dengan pembangunan yang membabat hutan bakau,seperti di jakarta utara,semua orang seakan alergi terhadap perkataan reklamasi,dan pak faig mungkin juga perlu penjelasan tentang arti reklamasi pasca tambang yang berbeda tujuan maupun sasaran yang akan dicapai,karena tindakan reklamasi pasca tambang mempunyai definisi yang berbeda dari kacamata pertambangan.

  27. @Stety: Silakan dicopas, tapi jangan lupa tuliskan pula alamat blog ini sebagai referensinya ya..???
    @alfatihanna anwar: Naa… itu yang juga kita cari…. Siapa punya???
    @john f.papilaya: Definisi reklamasi di atas dilihat dari sudut pandang Teknik Pantai, pak. Untuk reklamasi pasca tambang lebih cocok bila dibahas olah ahli pertambangan saja….

  28. thaks tas infonya…..

  29. p’tnya negara yg melakukan reklamasi mn saja?please kasi jwbnX maksih. . . . . . .

  30. Kalo reklamasi untuk lahan pasca tambang pengertiannya apa yah???
    Bisakah minta bantuan apakah ada perbedaan pengertian antara reklamasi dan rehabilitasi lahan pasca tambang ???

    Mohon bantuan temen2 semua yah
    Salam
    ika

  31. Wa….h artikelnya keren bangetz, beneran bisa jadi referensi tugas sekolah! Dua jempol deh pokoknya, maju terus ya…. Semoga tetap bisa menjadi yang diandalkan

  32. knp ga pake floating structure aj pak.,.,
    kliatannya lebih bgs & lbh irit.,.,
    mohon penjelasannya.,.
    buat bahan tugas ahir pak., thx.,.,

  33. terimaksih om artikelnya bagus..
    saya ambiL separoh bwt tugas kelompok,hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: