Mengakrabi Banjir

Tiga Pendekatan Atasi Banjir

Senin, 12 Nopember 2007 (NASIONAL)

JAKARTA- Menyusul makin meningkatnya banjir di sejumlah daerah, Direktur Sungai, Danau, dan Waduk (SDW) pada Ditjen Sumber Daya Air PU Widagdo mengatakan terdapat tiga pendekatan dalam penanganan banjir.

Pertama, bagaimana memindahkan air dari manusia. Upaya itu dilakukan melalui pembangunan Banjir Kanal Barat (BKI) dan Banjir Kanal Timur (BKT) atau memindahkan lokasi sungai.

”Pendekatan kedua yaitu memindahkan manusia dari air. Hal tersebut dilakukan melalui jangan tinggal di tempat yang rawan banjir. Pendekatan terakhir yaitu masyarakat harus kompromi dengan alam atau istilahnya living in harmony with water.”

Pendapat itu dilontarkan Widagdo di Jakarta akhir pekan lalu. Untuk itu, lanjut, pemerintah mesti mensosialisasikan dan mengajak masyarakat mengerti dan memahami sehingga bisa berpartisipasi dalam penanganan banjir, paling tidak untuk dirinya sendiri.

Dalam mengatasi banjir di ibu kota Jakarta, karena kondisi geografis sebagai dataran pantai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seharusnya menggunakan polder-polder yang telah dilengkapi pompa air untuk membuang air ke laut.

”Ada 30 polder yang ada di daerah hilir yang telah dilengkapi pompa-pompa air. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI juga berupaya meningkatkan kapasitas dari banjir kanal barat, percepatan dari banjir kanal timur termasuk penanganan 13 sungai,” kata Widagdo. (bn-77)

Sumber: Harian Umum Suara Merdeka

***OOO***

Bagi sebagian besar masyarakat yang sering dilanda musibah banjir, yang kadang tak ada pilihan lain apalagi untuk memilih pilihan pendekatan kedua, maka pilihan pendekatan ketiga-lah yang justru menjadi pilihan pertama. AKRAB DENGAN BANJIR…….

Ataukah di jaman modern seperti ini, kita perlukan inovasi baru untuk mengakrabi banjir (agar tak stress) dengan olah raga seperti di bawah ini? hehehe….

att06315.jpg

att06317.jpg

att06318.jpg

att06320.jpg

att06319.jpg

Ada yang ingin coba??? …….

Sumber Foto: justelite.blogspot.com

oooOOOooo

 

5 Tanggapan

  1. wah klo dilakuin di tempat kita….
    apa nggak nyangkut-nyangkut jemuran orang neeh

  2. BUKU GRATISNYA MANAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!

  3. Salah satu akibat kurangnya daerah resapan air🙂

    Yap… betul. Kurangnya daerah resapan menjadi salah satu penyebab banjir diantara sekian banyak penyebab yang lain.

  4. enak tuh kalo bisa gitu….terusin aja reklamasi pantai marina…
    jadi pengen…enyk-enyak….
    sekali lagi ne pendapat sy sendiri loh d^_^b

  5. @echo tenan: Hehehe… daripada stress mikirin dikunjungi banjir tiap tahun…, ya kan???😀😛

    BTW, mengenai reklamasi…, saya setuju jika yang direklamasi adalah untuk mengembalikan kembali areal pantai yang terabrasi. Tetapi saya kurang setuju jika reklamasi dilakukan untuk mencipta lahan baru yang mengganggu dinamika kawasan pantai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: