Pentingnya Info Kalender Pendidikan Bagi Orang Tua Murid

Coretan ini boleh jadi adalah semacam “curhat” dari seorang orang tua murid. Coretan ini sebetulnya sudah terpendam lama (enam bulan lalu), dan pada hari inilah rasanya sangat tepat jika “uneg-uneg” ini saya tumpahkan. Saya rasa sangat tepat, karena berbarengan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2 Mei 2008.

*****

PENTINGNYA KALENDER SEKOLAH

Dulu memang saya tak begitu ambil perduli perihal “kalender pendidikan” ini, dimana mungkin kita para orang tua murid tak terlalu memusingkan urusan “perkalenderan” ini. Namun sebaliknya kalender pendidikan ini sangat penting bagi pihak sekolah, para guru dan para siswa.

Tentunya kita semua sudah mafhum bahwa hitungan hari efektif persekolahan dan hari libur sudah ditentukan sebelum tahun ajaran baru persekolahan dimulai. Dan untuk mengawal agar hitungan hari persekolahan tersebut tidak meleset, dibuatlah kalender sekolah yang didalamnya berisi info-info a.l: hari pertama masuk sekolah, rencana pelaksanaan mid semester/ujian semester gasal/ujian akhir tahun dan Ujian Akhir Nasional, juga termasuk informasi liburan mid/semesteran dan libur nasional lainnya. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran.

Selengkapnya,… silakan klik di sini

Iklan

Pak Harto dalam kenangan Tun Dr. M

Innaa lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.

pak-harto.jpgHari ini, Ahad 27 Januari 2008 jam 13.10 WIB, bapak H. M. Soeharto mantan presiden kedua RI tutup usia. Perjalanan di alam fana memang telah usai, namun inilah awal perjalanan di alam baqa. Terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan beliau, sebagai sesama muslim patut kita panjatkan do’a, Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah S.W.T dan mendapatkan maghfiroh dariNya.

*****

Terlepas dari plus minusnya beliau sebagai seorang manusia biasa, saya sepakat dengan pendapat Guruh Soekarnoputra bahwa bagaimanapun beliau adalah salah satu tokoh yang masuk dalam sejarah Indonesia. Sekaligus harus kita akui beliau juga merupakan salah satu pemimpin besar dunia. Seperti yang dituturkan oleh sejawatnya, mantan PM Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad.

Berikut adalah penuturan mantan PM Malaysia,…..

“INDON”, Semoga Tak Terdengar Lagi Sebutan ini

Indonesia sudah berkali-kali melayangkan protes kepada media massa Malaysia, tentang penggunaan istilah INDON ini. Terakhir pada bulan Mei 2007, Bapak Eka A. Suripto selaku Sekretaris I Penerangan & Humas KBRI di Malaysia menjelaskan bahwa pihak Deplu Indonesia sudah menyampaikan protes secara resmi kepada Dubes Malaysia di Indonesia. (baca di sini)

Protes Indonesia ini kemudian ditindaklanjuti oleh pihak Malaysia melalui Menteri Informasinya. Himbauan atau tegasnya LARANGAN penggunaan istilah INDON secara resmi akhirnya dinyatakan juga oleh Menteri Informasi Malaysia Datuk Seri Zainuddin Maidin, pada 24 Mei 2007. Himbauan ini ditujukan kepada seluruh warganya dan media massa lokal (Malaysia). Seperti diketahui, selama ini media massa Malaysia biasa menuliskan sebutan INDON pada berita-beritanya, baik itu tertulis di judul berita ataupun dalam isi berita. (baca di sini)

Kebanyakannya, istilah atau sebutan INDON biasanya digunakan oleh media massa untuk menyebut WNI yang terlibat masalah di negeri jiran tersebut. Entah itu masalah TKI ilegal, ataupun masalah-masalah kriminal yang lain. Intinya yang berkonotasi jelek. Bagi masyarakat Indonesia, ini menjadi salah satu “dosa besar” media massa Malaysia terhadap bangsa Indonesia. Sebab belum pernah sekalipun media massa Indonesia secara resmi dalam berita-beritanya menyebut Malaysia dan warga negaranya dengan istilah lain.

Kalaulah penyebutan “Warga Indonesia” terlalu panjang menurut kebanyakan jurnalis Malaysia, bukankah dengan menyebutnya sebagai “WNI” saja itu sudah jauh lebih singkat? Singkat, padat dan tidak merendahkan martabat. Sedangkan untuk penyebutan nama negara, tetaplah gunakan sebutan lengkap INDONESIA. Ataupun kalau mau menggunakan singkatan, gunakanlah singkatan yang diakui secara internasional, yaitu INA.

Memasuki tahun 2008, …..

Mengukuhkan Kembali Hubungan Indonesia – Malaysia

Pasang surutnya perkembangan hubungan bilateral Indonesia – Malaysia mulai menunjukkan gejala memburuk lagi selama tiga tahun terakhir ini. Dimulai pada awal tahun 2005 dengan membaranya isu Ambalat (kedaulatan Negara), berlanjut dengan masalah TKI yang tak kunjung selesai, hingga ke masalah pergaduhan seni budaya. Permasalahan demi permasalahan seakan susul menyusul mengiringi perjalanan selama tiga tahun terakhir.

Tahun 2007 kemarin, sepertinya menjadi klimaks tahun-tahun terberat bagi hubungan antara Malaysia dan Indonesia. Tahun yang penuh dengan pergaduhan, tahun yang penuh dengan masalah.

Setelah penat mengikuti perkembangan, memasuki tahun 2008 tampaknya (dan semoga saja) ketegangan hubungan kedua negara sedang diusahakan untuk dieliminir. Hal ini ditegaskan dengan diadakannya pertemuan antara kedua pimpinan pemerintahan yang akan bertemu tanggal 11 – 12 Januari 2008. Pertemuan kedua pucuk pimpinan tersebut didahului dengan bertemunya perwakilan generasi mudanya, yaitu antara Pergerakan Pemuda UMNO dan Komite Nasional Pemuda Indonesia.

Tugas utama memperbaiki hubungan, ….

2008: Year of Visit to INDONESIA

Indonesia celebrates “Visit Indonesia Year 2008”

 

viy_visitindo.jpg

In good time for the celebration of the 100th anniversary of the Indonesian independence movement in year 2008, the Republic of Indonesia invites tourists to the “Visit Indonesia Year 2008”. More than 100 further events and festivals on numerous islands of the archipelago, including sports, cultural, lifestyle and MICE events, are in the pipeline.

Ministry of Culture and Tourism was launched Visit Indonesia Year 2008 on Wednesday, 26 Dec 2007, with the main aim of luring up to 7 million foreign tourists and booking US$6.4 billion in foreign exchange income. The government held its first Visit Indonesia program in 1991, which was not particularly successful, increasing the number of foreign tourists by merely 400,000 from the year earlier, according to the Central Statistics Agency (BPS). BPS data show that in 1991, around 2.5 million foreign tourists visited the country, from 2.1 million in the previous year. (The Jakarta Post)

Among others, highlights include the big Waisak festival in the honour of Buddha which is traditionally celebrated at Borobudur on May 19 and 20, and the Jakarta nternational Java Jazz Festival.

Regional events include the Madura bull race, the Ubud Festival on Bali, the Jakarta Indonesia Golf Open, the traditional Toraja burial ceremonies on Sulawesi and the Ambon yacht race, which only represent a selection of the highlights to invite tourists from all over the world to the Indonesian archipelago (click to visit My Indonesia).

*****

Finally, I would like to say:

 

Happy New Year 2008

 

(SELAMAT TAHUN BARU 2008)

 

It’s time to visit, Indonesia

 

viy-2008-b.jpg

 

oooOOOooo