Ini kali ke-enam Malaysia turunkan harga BBM

Hari ini 03/12/2008, Kerajaan Malaysia menurunkan kembali harga minyaknya tepat jam 00.00 Waktu setempat. Ini adalah kali ke enam Kerajaan Malaysia menurunkan harga minyaknya sejak dinaikkan yang terakhir kalinya pada 5/6/2008 lalu.

Menurut berita koran lokal, petrol RON97 (bensin sekelas pertamax) kini dijual dengan harga RM1.90 seliter turun 10 sen dari RM2.00 seliter sebelum ini. Sedangkan harga runcit (eceran) petrol RON92 (bensin sekelas premium) dan diesel (solar) diturunkan dari harga RM1.90 seliter menjadi RM1.80 seliter.

Data penurunan harga bbm, klik di sini….

Malaysiapun Akhirnya Menaikkan Harga BBM-nya

Sepulang dari makmal (laboratorium) jam 18.00 waktu Malaysia, saya tak sempat melihat tayangan televisi lokal. Karena biasanya pada sekitar pukul 6 hingga 7 sore, saya habiskan waktu rehat saya dengan menyaksikan tayangan drama komedi OB dan Siaran Berita dari tanah air di stasiun TV RCTI. Apalagi sedang “hot”nya berita ribut-ribut FPI dengan AKKBB di tugu Monas minggu lalu.

Selesai sholat maghrib, ketika ingin merapikan kembali data kerja di lab, iseng-iseng saya buka email untuk melihat isi mailing list PPI-UTM. Diantara sekian banyak email yang masuk, salah satunya saya tertarik untuk mengklik lebih dulu email dari Mas Haikal Satria yang berjudul: Minyak naek jadi 2.7 rm mulai besoook….

Antara percaya dan tidak, saya gugling berita tersebut. Dan sampailah saya pada website Malaysiakini.com yang memberitakan bahwa petang tadi PM Malaysia telah mengumumkan kenaikan harga petrol (bensin) dari 1.92 ringgit menjadi 2.70 ringgit (41%) dan harga diesel (solar) dari 1.58 ringgit menjadi 2.58 ringgit (63.3%). Kenaikan harga berlaku mulai tengah malam nanti atau tanggal 05/06/2008 jam 00.00 waktu Malaysia. Ini adalah prosentase kenaikan yang tertinggi, sejak saya berada di Malaysia mulai September 2004.

Silakan Klik lanjutannya…., di sini

Pak Harto dalam kenangan Tun Dr. M

Innaa lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.

pak-harto.jpgHari ini, Ahad 27 Januari 2008 jam 13.10 WIB, bapak H. M. Soeharto mantan presiden kedua RI tutup usia. Perjalanan di alam fana memang telah usai, namun inilah awal perjalanan di alam baqa. Terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan beliau, sebagai sesama muslim patut kita panjatkan do’a, Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah S.W.T dan mendapatkan maghfiroh dariNya.

*****

Terlepas dari plus minusnya beliau sebagai seorang manusia biasa, saya sepakat dengan pendapat Guruh Soekarnoputra bahwa bagaimanapun beliau adalah salah satu tokoh yang masuk dalam sejarah Indonesia. Sekaligus harus kita akui beliau juga merupakan salah satu pemimpin besar dunia. Seperti yang dituturkan oleh sejawatnya, mantan PM Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad.

Berikut adalah penuturan mantan PM Malaysia,…..

“INDON”, Semoga Tak Terdengar Lagi Sebutan ini

Indonesia sudah berkali-kali melayangkan protes kepada media massa Malaysia, tentang penggunaan istilah INDON ini. Terakhir pada bulan Mei 2007, Bapak Eka A. Suripto selaku Sekretaris I Penerangan & Humas KBRI di Malaysia menjelaskan bahwa pihak Deplu Indonesia sudah menyampaikan protes secara resmi kepada Dubes Malaysia di Indonesia. (baca di sini)

Protes Indonesia ini kemudian ditindaklanjuti oleh pihak Malaysia melalui Menteri Informasinya. Himbauan atau tegasnya LARANGAN penggunaan istilah INDON secara resmi akhirnya dinyatakan juga oleh Menteri Informasi Malaysia Datuk Seri Zainuddin Maidin, pada 24 Mei 2007. Himbauan ini ditujukan kepada seluruh warganya dan media massa lokal (Malaysia). Seperti diketahui, selama ini media massa Malaysia biasa menuliskan sebutan INDON pada berita-beritanya, baik itu tertulis di judul berita ataupun dalam isi berita. (baca di sini)

Kebanyakannya, istilah atau sebutan INDON biasanya digunakan oleh media massa untuk menyebut WNI yang terlibat masalah di negeri jiran tersebut. Entah itu masalah TKI ilegal, ataupun masalah-masalah kriminal yang lain. Intinya yang berkonotasi jelek. Bagi masyarakat Indonesia, ini menjadi salah satu “dosa besar” media massa Malaysia terhadap bangsa Indonesia. Sebab belum pernah sekalipun media massa Indonesia secara resmi dalam berita-beritanya menyebut Malaysia dan warga negaranya dengan istilah lain.

Kalaulah penyebutan “Warga Indonesia” terlalu panjang menurut kebanyakan jurnalis Malaysia, bukankah dengan menyebutnya sebagai “WNI” saja itu sudah jauh lebih singkat? Singkat, padat dan tidak merendahkan martabat. Sedangkan untuk penyebutan nama negara, tetaplah gunakan sebutan lengkap INDONESIA. Ataupun kalau mau menggunakan singkatan, gunakanlah singkatan yang diakui secara internasional, yaitu INA.

Memasuki tahun 2008, …..

Mengukuhkan Kembali Hubungan Indonesia – Malaysia

Pasang surutnya perkembangan hubungan bilateral Indonesia – Malaysia mulai menunjukkan gejala memburuk lagi selama tiga tahun terakhir ini. Dimulai pada awal tahun 2005 dengan membaranya isu Ambalat (kedaulatan Negara), berlanjut dengan masalah TKI yang tak kunjung selesai, hingga ke masalah pergaduhan seni budaya. Permasalahan demi permasalahan seakan susul menyusul mengiringi perjalanan selama tiga tahun terakhir.

Tahun 2007 kemarin, sepertinya menjadi klimaks tahun-tahun terberat bagi hubungan antara Malaysia dan Indonesia. Tahun yang penuh dengan pergaduhan, tahun yang penuh dengan masalah.

Setelah penat mengikuti perkembangan, memasuki tahun 2008 tampaknya (dan semoga saja) ketegangan hubungan kedua negara sedang diusahakan untuk dieliminir. Hal ini ditegaskan dengan diadakannya pertemuan antara kedua pimpinan pemerintahan yang akan bertemu tanggal 11 – 12 Januari 2008. Pertemuan kedua pucuk pimpinan tersebut didahului dengan bertemunya perwakilan generasi mudanya, yaitu antara Pergerakan Pemuda UMNO dan Komite Nasional Pemuda Indonesia.

Tugas utama memperbaiki hubungan, ….