Pentingnya Info Kalender Pendidikan Bagi Orang Tua Murid

Coretan ini boleh jadi adalah semacam “curhat” dari seorang orang tua murid. Coretan ini sebetulnya sudah terpendam lama (enam bulan lalu), dan pada hari inilah rasanya sangat tepat jika “uneg-uneg” ini saya tumpahkan. Saya rasa sangat tepat, karena berbarengan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2 Mei 2008.

*****

PENTINGNYA KALENDER SEKOLAH

Dulu memang saya tak begitu ambil perduli perihal “kalender pendidikan” ini, dimana mungkin kita para orang tua murid tak terlalu memusingkan urusan “perkalenderan” ini. Namun sebaliknya kalender pendidikan ini sangat penting bagi pihak sekolah, para guru dan para siswa.

Tentunya kita semua sudah mafhum bahwa hitungan hari efektif persekolahan dan hari libur sudah ditentukan sebelum tahun ajaran baru persekolahan dimulai. Dan untuk mengawal agar hitungan hari persekolahan tersebut tidak meleset, dibuatlah kalender sekolah yang didalamnya berisi info-info a.l: hari pertama masuk sekolah, rencana pelaksanaan mid semester/ujian semester gasal/ujian akhir tahun dan Ujian Akhir Nasional, juga termasuk informasi liburan mid/semesteran dan libur nasional lainnya. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran.

Selengkapnya,… silakan klik di sini

Iklan

“INDON”, Semoga Tak Terdengar Lagi Sebutan ini

Indonesia sudah berkali-kali melayangkan protes kepada media massa Malaysia, tentang penggunaan istilah INDON ini. Terakhir pada bulan Mei 2007, Bapak Eka A. Suripto selaku Sekretaris I Penerangan & Humas KBRI di Malaysia menjelaskan bahwa pihak Deplu Indonesia sudah menyampaikan protes secara resmi kepada Dubes Malaysia di Indonesia. (baca di sini)

Protes Indonesia ini kemudian ditindaklanjuti oleh pihak Malaysia melalui Menteri Informasinya. Himbauan atau tegasnya LARANGAN penggunaan istilah INDON secara resmi akhirnya dinyatakan juga oleh Menteri Informasi Malaysia Datuk Seri Zainuddin Maidin, pada 24 Mei 2007. Himbauan ini ditujukan kepada seluruh warganya dan media massa lokal (Malaysia). Seperti diketahui, selama ini media massa Malaysia biasa menuliskan sebutan INDON pada berita-beritanya, baik itu tertulis di judul berita ataupun dalam isi berita. (baca di sini)

Kebanyakannya, istilah atau sebutan INDON biasanya digunakan oleh media massa untuk menyebut WNI yang terlibat masalah di negeri jiran tersebut. Entah itu masalah TKI ilegal, ataupun masalah-masalah kriminal yang lain. Intinya yang berkonotasi jelek. Bagi masyarakat Indonesia, ini menjadi salah satu “dosa besar” media massa Malaysia terhadap bangsa Indonesia. Sebab belum pernah sekalipun media massa Indonesia secara resmi dalam berita-beritanya menyebut Malaysia dan warga negaranya dengan istilah lain.

Kalaulah penyebutan “Warga Indonesia” terlalu panjang menurut kebanyakan jurnalis Malaysia, bukankah dengan menyebutnya sebagai “WNI” saja itu sudah jauh lebih singkat? Singkat, padat dan tidak merendahkan martabat. Sedangkan untuk penyebutan nama negara, tetaplah gunakan sebutan lengkap INDONESIA. Ataupun kalau mau menggunakan singkatan, gunakanlah singkatan yang diakui secara internasional, yaitu INA.

Memasuki tahun 2008, …..

2008: Year of Visit to INDONESIA

Indonesia celebrates “Visit Indonesia Year 2008”

 

viy_visitindo.jpg

In good time for the celebration of the 100th anniversary of the Indonesian independence movement in year 2008, the Republic of Indonesia invites tourists to the “Visit Indonesia Year 2008”. More than 100 further events and festivals on numerous islands of the archipelago, including sports, cultural, lifestyle and MICE events, are in the pipeline.

Ministry of Culture and Tourism was launched Visit Indonesia Year 2008 on Wednesday, 26 Dec 2007, with the main aim of luring up to 7 million foreign tourists and booking US$6.4 billion in foreign exchange income. The government held its first Visit Indonesia program in 1991, which was not particularly successful, increasing the number of foreign tourists by merely 400,000 from the year earlier, according to the Central Statistics Agency (BPS). BPS data show that in 1991, around 2.5 million foreign tourists visited the country, from 2.1 million in the previous year. (The Jakarta Post)

Among others, highlights include the big Waisak festival in the honour of Buddha which is traditionally celebrated at Borobudur on May 19 and 20, and the Jakarta nternational Java Jazz Festival.

Regional events include the Madura bull race, the Ubud Festival on Bali, the Jakarta Indonesia Golf Open, the traditional Toraja burial ceremonies on Sulawesi and the Ambon yacht race, which only represent a selection of the highlights to invite tourists from all over the world to the Indonesian archipelago (click to visit My Indonesia).

*****

Finally, I would like to say:

 

Happy New Year 2008

 

(SELAMAT TAHUN BARU 2008)

 

It’s time to visit, Indonesia

 

viy-2008-b.jpg

 

oooOOOooo

 

Pak Polisi, Jamannya Reformasi Kok Masih Pungli……

Sebelum baca coretan dari pengalaman saya yang ditulis dalam “bahasa ibu”, alangkah baiknya terlebih dulu simak artikel-artikel ini:

*****

Nuwun sewu kepekso sanget coretan puniko kulo serat kaliyan bahasa Jawi. Sebab sejatosipun kulo isin piyambak kaliyan cerios ingkang kulo serat. Isin menawi seratan puniko kawaos dening tetanggi kito wonten negari sebelah. Punopo malih menawi kulo serat ngangge tulisan bahasa Indonesia.

Cerito puniko bener-bener terjadi (kedadiyan), peristiwanipun sampun wonten sekitar sak wulan kepengker. Kulo serat kangge pepenget dhateng kulo lan lare-lare kulo. Kangge kaca pengilo, ampun ngantos nglakoni kados mekaten. Ngantos sakpuniko taksih wonten pitakonan dateng pribadi kulo piyambak, kenging punopo tingkah laku awon puniko angel sanget ilanginpun saking negari kito. Padahal sampun dipun reformasi wiwit sangang taun kepengker.

Nuwun sewu ugi menawi bahasa jawi kulo kirang sempurno.

*****

Cerito puniko…, lajengipun klik mriki

SEA GAMES: Mendambakan Indonesia Juara Umum lagi

Ini adalah catatan pribadi dan ungkapan rasa rindu serta harapan saya apabila pemerintah cq Menpora “berani” menargetkan kontingen negara kita Juara Umum SEA Games, bukan hanya sekedar urutan ke tiga apalagi ke empat.

******

mascot-seag2007.gifMenyaksikan dan membaca berita tentang perhelatan akbar ajang olah raga SEA Games XXIV di Nakhon Ratchasima, Thailand, ingatan saya melayang ke era 80-an. Era di mana atlet-atlet kita mampu menunjukkan kecemerlangan pembinaan olah raga di negara kita. Era di mana Indonesia selalu mampu meraih pencapaian olah raga tertinggi di peringkat Asia Tenggara. Pada saat itu, Badminton belum termasuk dalam salah satu cabang yang dipertandingkan.

Masa-masa ketika saya duduk di bangku SD hingga SMA tersebut (1977 – 1987), selalu saya sempatkan untuk menyaksikan acara Jurnal SEA Games yang biasanya disiarkan oleh TVRI setiap sore hari dan menjelang tengah malam. Setiap kali sang saka “dikerek” dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, rasa bangga menyeruak di dada. Bangga dengan para atlet yang mampu mengharumkan nama Indonesia, sekaligus bangga terlahir sebagai anak bangsa Indonesia.

Dulu di awal-awal …….,

Oh ASPALELA : Lagu Abang Tukang Bakso-pun dijiplak

Belum lagi reda gema kasus lagu Rasa Sayange dan Tarian Indang, di radio-radio Malaysia sekarang ini tengah asyik dikumandangkan lagu baru (yang tampaknya jadi Hit) berjudul ASPALELA. Tak jelas siapa pengarang syairnya, tapi yang jelas lagu tersebut dinyanyikan oleh Saiful Apek. Seorang pelaku seni yang komplit mulai dari karir sebagai pelawak, penyiar radio ERA FM, pemain film (aktor, Cicak Man adalah film terlarisnya) hingga sebagai penyanyi.

apek.jpgKarena penyanyinya seorang pelawak, maka lagu ASPALELA dapat digolongkan sebagai lagu ringan yang bersifat humor/kelakar. Bitnya cepat dan rancak, tetapi jika didengarkan dengan sungguh-sungguh dan teliti, nada lagu tersebut sebagian besar menjiplak/mencontek dari dua lagu anak-anak Indonesia yang terkenal pada jaman dulu kala. Dua lagu tersebut adalah lagu Abang Tukang Bakso – Ciptaan: Mamo/Agil dan lagu Bintang Kejora – Ciptaan: A.T. Mahmud.

Lagu ASPALELA …….,