Selamat Iedul Fitri 1429H

Iklan

Pentingnya Info Kalender Pendidikan Bagi Orang Tua Murid

Coretan ini boleh jadi adalah semacam “curhat” dari seorang orang tua murid. Coretan ini sebetulnya sudah terpendam lama (enam bulan lalu), dan pada hari inilah rasanya sangat tepat jika “uneg-uneg” ini saya tumpahkan. Saya rasa sangat tepat, karena berbarengan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2 Mei 2008.

*****

PENTINGNYA KALENDER SEKOLAH

Dulu memang saya tak begitu ambil perduli perihal “kalender pendidikan” ini, dimana mungkin kita para orang tua murid tak terlalu memusingkan urusan “perkalenderan” ini. Namun sebaliknya kalender pendidikan ini sangat penting bagi pihak sekolah, para guru dan para siswa.

Tentunya kita semua sudah mafhum bahwa hitungan hari efektif persekolahan dan hari libur sudah ditentukan sebelum tahun ajaran baru persekolahan dimulai. Dan untuk mengawal agar hitungan hari persekolahan tersebut tidak meleset, dibuatlah kalender sekolah yang didalamnya berisi info-info a.l: hari pertama masuk sekolah, rencana pelaksanaan mid semester/ujian semester gasal/ujian akhir tahun dan Ujian Akhir Nasional, juga termasuk informasi liburan mid/semesteran dan libur nasional lainnya. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran.

Selengkapnya,… silakan klik di sini

Pak Harto dalam kenangan Tun Dr. M

Innaa lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.

pak-harto.jpgHari ini, Ahad 27 Januari 2008 jam 13.10 WIB, bapak H. M. Soeharto mantan presiden kedua RI tutup usia. Perjalanan di alam fana memang telah usai, namun inilah awal perjalanan di alam baqa. Terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan beliau, sebagai sesama muslim patut kita panjatkan do’a, Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah S.W.T dan mendapatkan maghfiroh dariNya.

*****

Terlepas dari plus minusnya beliau sebagai seorang manusia biasa, saya sepakat dengan pendapat Guruh Soekarnoputra bahwa bagaimanapun beliau adalah salah satu tokoh yang masuk dalam sejarah Indonesia. Sekaligus harus kita akui beliau juga merupakan salah satu pemimpin besar dunia. Seperti yang dituturkan oleh sejawatnya, mantan PM Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad.

Berikut adalah penuturan mantan PM Malaysia,…..

“INDON”, Semoga Tak Terdengar Lagi Sebutan ini

Indonesia sudah berkali-kali melayangkan protes kepada media massa Malaysia, tentang penggunaan istilah INDON ini. Terakhir pada bulan Mei 2007, Bapak Eka A. Suripto selaku Sekretaris I Penerangan & Humas KBRI di Malaysia menjelaskan bahwa pihak Deplu Indonesia sudah menyampaikan protes secara resmi kepada Dubes Malaysia di Indonesia. (baca di sini)

Protes Indonesia ini kemudian ditindaklanjuti oleh pihak Malaysia melalui Menteri Informasinya. Himbauan atau tegasnya LARANGAN penggunaan istilah INDON secara resmi akhirnya dinyatakan juga oleh Menteri Informasi Malaysia Datuk Seri Zainuddin Maidin, pada 24 Mei 2007. Himbauan ini ditujukan kepada seluruh warganya dan media massa lokal (Malaysia). Seperti diketahui, selama ini media massa Malaysia biasa menuliskan sebutan INDON pada berita-beritanya, baik itu tertulis di judul berita ataupun dalam isi berita. (baca di sini)

Kebanyakannya, istilah atau sebutan INDON biasanya digunakan oleh media massa untuk menyebut WNI yang terlibat masalah di negeri jiran tersebut. Entah itu masalah TKI ilegal, ataupun masalah-masalah kriminal yang lain. Intinya yang berkonotasi jelek. Bagi masyarakat Indonesia, ini menjadi salah satu “dosa besar” media massa Malaysia terhadap bangsa Indonesia. Sebab belum pernah sekalipun media massa Indonesia secara resmi dalam berita-beritanya menyebut Malaysia dan warga negaranya dengan istilah lain.

Kalaulah penyebutan “Warga Indonesia” terlalu panjang menurut kebanyakan jurnalis Malaysia, bukankah dengan menyebutnya sebagai “WNI” saja itu sudah jauh lebih singkat? Singkat, padat dan tidak merendahkan martabat. Sedangkan untuk penyebutan nama negara, tetaplah gunakan sebutan lengkap INDONESIA. Ataupun kalau mau menggunakan singkatan, gunakanlah singkatan yang diakui secara internasional, yaitu INA.

Memasuki tahun 2008, …..

Mengukuhkan Kembali Hubungan Indonesia – Malaysia

Pasang surutnya perkembangan hubungan bilateral Indonesia – Malaysia mulai menunjukkan gejala memburuk lagi selama tiga tahun terakhir ini. Dimulai pada awal tahun 2005 dengan membaranya isu Ambalat (kedaulatan Negara), berlanjut dengan masalah TKI yang tak kunjung selesai, hingga ke masalah pergaduhan seni budaya. Permasalahan demi permasalahan seakan susul menyusul mengiringi perjalanan selama tiga tahun terakhir.

Tahun 2007 kemarin, sepertinya menjadi klimaks tahun-tahun terberat bagi hubungan antara Malaysia dan Indonesia. Tahun yang penuh dengan pergaduhan, tahun yang penuh dengan masalah.

Setelah penat mengikuti perkembangan, memasuki tahun 2008 tampaknya (dan semoga saja) ketegangan hubungan kedua negara sedang diusahakan untuk dieliminir. Hal ini ditegaskan dengan diadakannya pertemuan antara kedua pimpinan pemerintahan yang akan bertemu tanggal 11 – 12 Januari 2008. Pertemuan kedua pucuk pimpinan tersebut didahului dengan bertemunya perwakilan generasi mudanya, yaitu antara Pergerakan Pemuda UMNO dan Komite Nasional Pemuda Indonesia.

Tugas utama memperbaiki hubungan, ….

Sertifikasi Dosen Sebentar Lagi

Berita yang saya baca dari TEMPO Interaktif Senin, 03 Desember 2007:

Jakarta:Sebanyak 3000 profesor dan 9000 dosen akan disertifikasi pada 2008 mendatang. Untuk profesor, sertifikasi akan diberikan secara otomatis. “Karena mereka merupakan tingkatan tertinggi dari pendidik,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Fasli Jalal kepada Tempo usai membuka Asian Forum on Bussiness Education (AFBE) 2007 di Jakarta, Senin (3/12).

Untuk dosen, kata Fasli, tidak berlaku mekanisme otomatis. Karena masih banyak yang belum menempuh pendidikan tingkat master atau S-2. Kuota sertifikasi untuk dosen akan dihitung berdasarkan data angka kredit akademik, keterlibatan dalam jurusan dan departemen, dan prestasi.

“Untuk yang belum S2, akan ditingkatkan lebih dulu kualifikasi akademiknya. Yang sudah S2 akan diangkat berdasarkan pertimbangan,” katanya.

Jika selesai disertifikasi, Fasli melanjutkan, dosen dan profesor akan mendapatkan pendapatan tambahan, satu kali gaji. REH ATEMALEM S.

Berita di atas tentunya untuk dosen-dosen negeri (PNS) …. ya, jelas lah. Apalagi setelah disertifikasi ada klausul, akan mendapatkan pendapatan tambahan satu kali gaji. Ini yang mampu pastilah pemerintah.

Jadi, untuk yang bukan PNS dan ngajar di PTS, ….. au ah… gelap.

*****

Nah.., supaya terang-terang dikit, nggak terlalu gelap…, baca juga artikel di bawah ini:

oooOOOooo

 

Pak Polisi, Jamannya Reformasi Kok Masih Pungli……

Sebelum baca coretan dari pengalaman saya yang ditulis dalam “bahasa ibu”, alangkah baiknya terlebih dulu simak artikel-artikel ini:

*****

Nuwun sewu kepekso sanget coretan puniko kulo serat kaliyan bahasa Jawi. Sebab sejatosipun kulo isin piyambak kaliyan cerios ingkang kulo serat. Isin menawi seratan puniko kawaos dening tetanggi kito wonten negari sebelah. Punopo malih menawi kulo serat ngangge tulisan bahasa Indonesia.

Cerito puniko bener-bener terjadi (kedadiyan), peristiwanipun sampun wonten sekitar sak wulan kepengker. Kulo serat kangge pepenget dhateng kulo lan lare-lare kulo. Kangge kaca pengilo, ampun ngantos nglakoni kados mekaten. Ngantos sakpuniko taksih wonten pitakonan dateng pribadi kulo piyambak, kenging punopo tingkah laku awon puniko angel sanget ilanginpun saking negari kito. Padahal sampun dipun reformasi wiwit sangang taun kepengker.

Nuwun sewu ugi menawi bahasa jawi kulo kirang sempurno.

*****

Cerito puniko…, lajengipun klik mriki