Es Kutub Meleleh karena Global Warming

Siang kemarin sepulang dari makmal (laboratorium) di sela-sela istirahat, sepintas saya mendengar dari berita sekilas info RCTI, bahwa ada lempengan besar es di kutub yang runtuh dan memisahkan diri dari benua es abadi tersebut. Dikhawatirkan juga bahwa bongkahan es tersebut akan mengakibatkan kenaikan muka air laut secara global. Sayangnya…, saya tak sempat melihat dan mendengar isi berita itu secara utuh, karena terpotong kegiatan di bilik tandas (kamar mandi).

Hari ini saya temukan artikel di Jawa Pos tentang lepasnya bongkahan es kutub tersebut. Artikel selengkapnya simak di bawah ini.

******

Lempengan Es ……, klik di sini

Cara Mengubah File DjVu menjadi PDF

Coretan ini saya tulis setelah ada beberapa kawan yang bertanya bagaimana cara mengkonversi file DJVU menjadi file PDF.

Caranya sebagai berikut:

  • Setelah software terinstall, buka folder yang berisi file berekstensi DJVU yang akan dikonversi.
  • Double klik kiri pada file tersebut, sehingga file terbaca oleh software Irfan View for DJVU seperti tampak pada gambar di bawah. Selengkapnya,…. klik di sini

Pak Harto dalam kenangan Tun Dr. M

Innaa lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.

pak-harto.jpgHari ini, Ahad 27 Januari 2008 jam 13.10 WIB, bapak H. M. Soeharto mantan presiden kedua RI tutup usia. Perjalanan di alam fana memang telah usai, namun inilah awal perjalanan di alam baqa. Terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan beliau, sebagai sesama muslim patut kita panjatkan do’a, Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah S.W.T dan mendapatkan maghfiroh dariNya.

*****

Terlepas dari plus minusnya beliau sebagai seorang manusia biasa, saya sepakat dengan pendapat Guruh Soekarnoputra bahwa bagaimanapun beliau adalah salah satu tokoh yang masuk dalam sejarah Indonesia. Sekaligus harus kita akui beliau juga merupakan salah satu pemimpin besar dunia. Seperti yang dituturkan oleh sejawatnya, mantan PM Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad.

Berikut adalah penuturan mantan PM Malaysia,…..

Ada-ada saja: Lembu naik Sedan

Petang tadi ketika saya mengantarkan anak periksa kesehatan di Poliklinik Kampus UTM, saya sempatkan membaca koran Berita Harian-nya Malaysia. Begitu saya buka halaman utama, anak saya teriak sambil ketawa, “hei,…. ada lembu naik kereta (mobil)”.

Dan memang betul, di halaman pertama koran tersebut ada gambar foto lembu yang dicuri oleh sekawanan pencuri diangkut dengan menggunakan kereta Sedan Proton Wira. Kawanan tersebut akhirnya kepergok warga yang sedang meronda ….. hahaha…., ada-ada saja…. !!!

Ingin lihat gambarnya, nih……

gambar_218.jpg

Sumber : Surat Kabar Berita Harian 24-01-2008

Berita lengkapnya: baca di sini.

oooOOOooo

 

“INDON”, Semoga Tak Terdengar Lagi Sebutan ini

Indonesia sudah berkali-kali melayangkan protes kepada media massa Malaysia, tentang penggunaan istilah INDON ini. Terakhir pada bulan Mei 2007, Bapak Eka A. Suripto selaku Sekretaris I Penerangan & Humas KBRI di Malaysia menjelaskan bahwa pihak Deplu Indonesia sudah menyampaikan protes secara resmi kepada Dubes Malaysia di Indonesia. (baca di sini)

Protes Indonesia ini kemudian ditindaklanjuti oleh pihak Malaysia melalui Menteri Informasinya. Himbauan atau tegasnya LARANGAN penggunaan istilah INDON secara resmi akhirnya dinyatakan juga oleh Menteri Informasi Malaysia Datuk Seri Zainuddin Maidin, pada 24 Mei 2007. Himbauan ini ditujukan kepada seluruh warganya dan media massa lokal (Malaysia). Seperti diketahui, selama ini media massa Malaysia biasa menuliskan sebutan INDON pada berita-beritanya, baik itu tertulis di judul berita ataupun dalam isi berita. (baca di sini)

Kebanyakannya, istilah atau sebutan INDON biasanya digunakan oleh media massa untuk menyebut WNI yang terlibat masalah di negeri jiran tersebut. Entah itu masalah TKI ilegal, ataupun masalah-masalah kriminal yang lain. Intinya yang berkonotasi jelek. Bagi masyarakat Indonesia, ini menjadi salah satu “dosa besar” media massa Malaysia terhadap bangsa Indonesia. Sebab belum pernah sekalipun media massa Indonesia secara resmi dalam berita-beritanya menyebut Malaysia dan warga negaranya dengan istilah lain.

Kalaulah penyebutan “Warga Indonesia” terlalu panjang menurut kebanyakan jurnalis Malaysia, bukankah dengan menyebutnya sebagai “WNI” saja itu sudah jauh lebih singkat? Singkat, padat dan tidak merendahkan martabat. Sedangkan untuk penyebutan nama negara, tetaplah gunakan sebutan lengkap INDONESIA. Ataupun kalau mau menggunakan singkatan, gunakanlah singkatan yang diakui secara internasional, yaitu INA.

Memasuki tahun 2008, …..

Mengukuhkan Kembali Hubungan Indonesia – Malaysia

Pasang surutnya perkembangan hubungan bilateral Indonesia – Malaysia mulai menunjukkan gejala memburuk lagi selama tiga tahun terakhir ini. Dimulai pada awal tahun 2005 dengan membaranya isu Ambalat (kedaulatan Negara), berlanjut dengan masalah TKI yang tak kunjung selesai, hingga ke masalah pergaduhan seni budaya. Permasalahan demi permasalahan seakan susul menyusul mengiringi perjalanan selama tiga tahun terakhir.

Tahun 2007 kemarin, sepertinya menjadi klimaks tahun-tahun terberat bagi hubungan antara Malaysia dan Indonesia. Tahun yang penuh dengan pergaduhan, tahun yang penuh dengan masalah.

Setelah penat mengikuti perkembangan, memasuki tahun 2008 tampaknya (dan semoga saja) ketegangan hubungan kedua negara sedang diusahakan untuk dieliminir. Hal ini ditegaskan dengan diadakannya pertemuan antara kedua pimpinan pemerintahan yang akan bertemu tanggal 11 – 12 Januari 2008. Pertemuan kedua pucuk pimpinan tersebut didahului dengan bertemunya perwakilan generasi mudanya, yaitu antara Pergerakan Pemuda UMNO dan Komite Nasional Pemuda Indonesia.

Tugas utama memperbaiki hubungan, ….

2008: Year of Visit to INDONESIA

Indonesia celebrates “Visit Indonesia Year 2008”

 

viy_visitindo.jpg

In good time for the celebration of the 100th anniversary of the Indonesian independence movement in year 2008, the Republic of Indonesia invites tourists to the “Visit Indonesia Year 2008”. More than 100 further events and festivals on numerous islands of the archipelago, including sports, cultural, lifestyle and MICE events, are in the pipeline.

Ministry of Culture and Tourism was launched Visit Indonesia Year 2008 on Wednesday, 26 Dec 2007, with the main aim of luring up to 7 million foreign tourists and booking US$6.4 billion in foreign exchange income. The government held its first Visit Indonesia program in 1991, which was not particularly successful, increasing the number of foreign tourists by merely 400,000 from the year earlier, according to the Central Statistics Agency (BPS). BPS data show that in 1991, around 2.5 million foreign tourists visited the country, from 2.1 million in the previous year. (The Jakarta Post)

Among others, highlights include the big Waisak festival in the honour of Buddha which is traditionally celebrated at Borobudur on May 19 and 20, and the Jakarta nternational Java Jazz Festival.

Regional events include the Madura bull race, the Ubud Festival on Bali, the Jakarta Indonesia Golf Open, the traditional Toraja burial ceremonies on Sulawesi and the Ambon yacht race, which only represent a selection of the highlights to invite tourists from all over the world to the Indonesian archipelago (click to visit My Indonesia).

*****

Finally, I would like to say:

 

Happy New Year 2008

 

(SELAMAT TAHUN BARU 2008)

 

It’s time to visit, Indonesia

 

viy-2008-b.jpg

 

oooOOOooo